SuaraRepublik.com // Pesisir Selatan – Ketua LAKAM DPD Pesisir Selatan, dr. H. Misri Hasanto, S.H., M.Kes., meninjau langsung kegiatan latihan rutin Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido, sanggar binaan LAKAM DPD Pesisir Selatan, yang berlangsung di lokasi sasaran latihan, Selasa (7/7/2026).
Kehadiran dr. H. Misri Hasanto menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian seni dan budaya Minangkabau, sekaligus memberikan motivasi kepada para generasi muda yang aktif mengikuti berbagai kegiatan kesenian di bawah naungan sanggar tersebut.
Ketua Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido, Yaldi Manti Ahmad Dirajo, CPLA., menjelaskan bahwa sanggar yang dipimpinnya secara konsisten mengembangkan dan melestarikan berbagai cabang seni budaya Minangkabau, mulai dari seni rabab atau biola, tari tradisi, tari kreasi, pencak silat, randai, hingga seni pembawa acara (MC) dalam tradisi pernikahan Minangkabau.
Untuk kategori tari tradisi, sanggar telah mengembangkan Tari Sikambang Kematian, Tari Rantak Kudo, Tari Buai-Buai, dan Tari Alang Babega. Sementara pada kategori tari kreasi, di antaranya Tari Kusuik Ka Salasai, Tari Tagang Maleo Kandue Badantiang, serta Tari Gelombang Bukik Ase.
Selain itu, pada bidang pencak silat, para peserta dibina dalam Silek Kaluang Bagaluik, sedangkan pada seni randai dikembangkan berbagai cerita seperti Karakter di Zaman Kini Bia Bansaik Asa Lai Ongeh, Kisah Yatim Piatu, dan Maangkuik Harato Pusako Ka Rumah Bini.
Di bidang seni musik tradisional, sanggar juga melatih berbagai repertoar Rabab Minang, di antaranya Ratok Persembahan, Sikambang Aie Tajun, Sikamba Data, dan Raun Sabalik. Sementara untuk pelestarian adat pernikahan Minangkabau, sanggar membina seni MC Pernikahan Minang, termasuk prosesi sembah sujud kepada kedua orang tua sebelum akad nikah.
Pembina Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido sekaligus Ketua Asosiasi Sanggar Seni dan Budaya Pesisir Selatan, Padris, CPLA., menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para peserta latihan yang terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah.
“Saya sangat mendukung semangat latihan anak-anak sanggar. Harapan kami, Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido dapat terus berkembang, melahirkan prestasi, serta menjadi wadah pelestarian seni dan budaya Minangkabau bagi generasi muda. Tentunya hal itu membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Padris.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Sanggar Seni Silek Batu Ampa Laban Salido diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pelestarian seni budaya Minangkabau di Kabupaten Pesisir Selatan, sekaligus melahirkan generasi muda yang mencintai, menjaga, dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah.
Catatan Redaksi: Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi resmi dari pengurus sanggar, hasil pemantauan di lapangan, serta keterangan narasumber yang hadir dalam kegiatan. SuaraRepublik.com berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Penulis: Team SR
Editor: Redaksi








