Negosiasi berlangsung dengan melibatkan Johor, koordinator aksi Nurdin Amor, masyarakat, dan pihak kepolisian.
Dalam perundingan, sempat diusulkan agar pemerintah daerah diberi waktu tujuh hari untuk merespons tuntutan warga. Namun, masyarakat menilai tenggat tersebut terlalu lama dan meminta waktu lebih singkat.
Setelah pembahasan, sekitar pukul 16.55 WIT, kedua pihak mencapai kesepakatan. Warga memberikan waktu tiga hari kepada Bupati Pulau Morotai untuk turun langsung menemui masyarakat dan merespons tuntutan mereka.
Usai kesepakatan, warga bersama Johor dan pihak kepolisian bergerak menuju titik pemblokiran untuk membuka kembali akses jalan alternatif atau jalan lingkungan yang selama ini dikeluhkan mengalami kerusakan parah.
Pembukaan akses tersebut mengakhiri aksi blokade yang berlangsung hampir 11 jam. Kendaraan yang sebelumnya tertahan pun dapat kembali melanjutkan perjalanan.
Meski akses jalan telah dibuka, persoalan perubahan lokasi proyek masih menunggu penjelasan resmi pemerintah daerah. Warga kini menanti realisasi kesepakatan tiga hari tersebut, sementara masyarakat pengguna jalan berharap persoalan ini tidak kembali berujung pada pemblokiran akses transportasi menuju Daruba.








Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.