Ia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas sekolah harus dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi pembelajaran, penguatan tata kelola, serta peningkatan standar layanan pendidikan.

“Setiap hasil dan masukan dari proses akreditasi harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan memperkuat apa yang sudah baik. Yang kita bangun adalah sistem pendidikan yang terus belajar dan berkembang,” jelasnya.

Pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran interaktif serta pemanfaatan laboratorium robotik, kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), drone, dan teknologi lainnya menjadi bagian dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan zaman.

Perluas Informasi SPMB Angkatan III

Dalam kegiatan CFD, tim LP-KTB, siswa SMA KTB, SSDM Mabes Polri, dan SDM Polda memberikan informasi langsung mengenai program pendidikan, persyaratan, dan tahapan SPMB Tahun Ajaran 2027/2028. Masyarakat juga berkesempatan berkonsultasi mengenai proses pendaftaran dan mendapatkan suvenir.

Sosialisasi ini penting untuk memperluas jangkauan informasi kepada calon murid dan orang tua agar dapat mempersiapkan diri mengikuti proses seleksi.

Animo masyarakat terhadap SMA KTB tercermin dari jumlah pendaftar pada dua angkatan sebelumnya. Angkatan I mencatat 11.765 pendaftar, sedangkan Angkatan II mencapai 17.291 pendaftar.

Tingginya minat tersebut menjadi dorongan untuk terus memperluas sosialisasi dan memberikan informasi yang jelas mengenai model pendidikan, keunggulan sekolah, serta mekanisme penerimaan murid baru.

Melalui sosialisasi SPMB di CFD Bundaran HI, SMA KTB memperkenalkan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, pembentukan karakter, kemandirian, seni, olahraga, literasi, dan teknologi.

(Irpan)