Beritarepublikviral // PADANG, โ Taman Hutan Raya (Tahura) Bung Hatta pagi ini seolah tersenyum bangga. Di antara deretan pohon yang berdiri tegak bagai saksi sejarah, di kawasan Ladang Padi, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Minggu pagi, 18 Oktober 2026, sebuah janji masa depan mulai ditorehkan.
Langit yang cerah seakan ikut menyaksikan: Resimen Mahasiswa Maharuyung Sumatera Barat secara resmi membuka Pendidikan dan Latihan Dasar Militer (Diksarmil) Angkatan ke-49.
Sekitar pukul 09.30 WIB, upacara khidmat dimulai. Bukan sekadar seremonial โ ini adalah penyerahan diri 60 jiwa muda terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat kepada proses pembentukan karakter yang akan menempa fisik, mental, dan jiwa kebangsaan mereka selama sepuluh hari ke depan.
Upacara pembukaan ini dipimpin langsung oleh sosok yang tak asing lagi bagi tanah Minang: Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat sekaligus Ketua Umum Menwa Sumatera Barat, Letkol (Purn) Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Datuak Sati. Dalam seremoni yang penuh kehangatan dan kewibawaan, beliau membuka secara resmi gerbang penggemblengan jiwa patriotisme para calon pemimpin masa depan ini.
Kehadiran 120 tamu undangan dari berbagai unsur Forkopimda dan instansi penting menjadi bukti nyata: bahwa membina generasi muda bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan amanah bersama. Hadir di antaranya:
– ๐๏ธ Komandan Dandivhanratlan Sathantai Kodaeral II, Letkol Marinir Afrizon Taufik
– ๐๏ธ Pabandyaops Kodam TIB, Mayor Inf. Parman
– ๐๏ธ AKBP Hendra Syamsi, S.H., yang mewakili Kapolda Sumatera Barat
– Serta perwakilan BNNP Sumbar, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Satpol PP, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang
Dukungan dari sektor pendidikan dan tokoh adat juga terlihat kuat dengan hadirnya Rektor UIN Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., hadir memberikan dukungan, begitu juga perwakilan UIN Bukittinggi, Hariah Susanti, serta Ketua LKAAM Kota Sawahlunto, Dahler Datuak Panghulu Sati โ membuktikan bahwa nilai adat, ilmu, dan bela negara berjalan beriringan, tak terpisahkan.
Di lapangan tempat para peserta berdiri tegak, semangat mereka berbicara lebih lantang daripada kata-kata. Sepuluh hari ke depan, Tahura Bung Hatta akan menjadi saksi bagaimana kenyamanan ditinggalkan, kedisiplinan ditumbuhkan, dan jiwa kepemimpinan ditempa hingga matang.
Mereka bukan sekadar dilatih untuk berdiri tegak โ mereka dibentuk untuk menjadi benteng pertahanan non-fisik bangsa, pelopor kebenaran dan pemimpin di kampus masing-masing kelak.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama โ permohonan tulus kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa menjaga, membimbing, dan melancarkan setiap langkah mereka. Acara berakhir sekitar pukul 10.35 WIB dalam suasana yang damai dan penuh harapan. Kepolisian Sektor Lubuk Kilangan bersama personel gabungan terus memastikan keamanan berjalan baik, sehingga para peserta dapat berkonsentrasi penuh pada amanah yang sedang mereka jalani.
Selamat berjuang, wahai calon penjaga bangsa! Semoga setiap langkahmu di hutan ini menumbuhkan kekuatan jiwa yang tak mudah goyah, dan pulanglah nanti sebagai pemimpin yang lebih tangguh, lebih bijaksana, dan lebih mencintai tanah airmu. ๐ฎ๐ฉ๐ฒโจ
(Tb Mhd Arief Hendrawan)










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.