Suara Republik.Irsof

​Jakarta, Senin, 13 Juli 2026 – Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) secara resmi menetapkan Slamet Ariyadi sebagai Ketua Umum DPP PAN Periode 2026-2031 dalam Kongres VII yang berlangsung pada 10-12 Juli 2026 di Marbella Hotel, Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Terpilihnya anggota DPR RI tersebut diprediksi akan membawa napas baru bagi organisasi sayap partai berlambang matahari ini.

​Slamet Ariyadi bukanlah wajah baru dalam ekosistem PAN. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP BM PAN periode 2021-2026.

Rekam jejaknya yang mumpuni, mulai dari pengalaman sebagai Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo, aktivis PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), hingga kursi parlemen di Senayan, menjadikannya sosok yang dianggap mampu menjembatani aspirasi kaum muda dengan kebijakan partai.

​Langkah Cerdas Zulkifli Hasan

Pengamat Sosial Politik dari Swarna Dwipa Institute, Lutfi Nasution, memberikan apresiasi atas suksesi ini. Menurutnya, terpilihnya Slamet Ariyadi merupakan langkah taktis yang cerdas dari Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan.

​”Ini adalah pilihan strategis yang sangat terukur. Zulkifli Hasan paham bahwa untuk menghadapi tantangan Pemilu 2029, PAN membutuhkan motor penggerak yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga memiliki akar rumput yang kuat di kalangan mahasiswa dan aktivis muda,” ujar Lutfi Nasution saat dihubungi, Senin (13/7/2026).

​Lutfi menambahkan bahwa kombinasi pengalaman Slamet Ariyadi di jalur birokrasi, legislatif, dan organisasi kepemudaan (OKP) menjadi modal besar.

​”Slamet memiliki kombinasi antara intelektualitas aktivis dan pragmatisme politik yang matang. Jika ia mampu mengonsolidasikan basis pemilih muda, terutama di daerah-daerah kunci, ia akan menjadi instrumen vital dalam mendulang suara bagi PAN di Pemilu 2029 mendatang,” tambahnya.

Langkah Awal: Konsolidasi dan Digitalisasi Kader

​Terkait program kerja, Slamet Ariyadi diprediksi akan langsung tancap gas. Lutfi Nasution, yang juga Aktivis 98 ini, menyoroti bahwa 100 hari pertama kepemimpinan Slamet kemungkinan besar akan difokuskan pada penguatan infrastruktur digital organisasi.

​”Slamet Ariyadi memahami betul bahwa bahasa pemilih muda tahun 2029 adalah bahasa teknologi dan keterlibatan aktif. Saya melihat dalam 100 hari ke depan, ia akan fokus pada dua hal: restrukturisasi kader hingga ke level akar rumput dan digitalisasi program kerja BM PAN agar lebih relevan dengan gaya hidup generasi baru,” jelas Lutfi.

​Lutfi menilai langkah ini adalah bagian dari persiapan jangka panjang untuk mengubah citra partai menjadi lebih dinamis dan solutif terhadap isu-isu krusial seperti lapangan kerja, ekonomi kreatif, dan isu lingkungan yang menjadi perhatian utama generasi Z dan Alpha saat ini.

​”Dengan latar belakangnya di PMII dan organisasi kemahasiswaan, Slamet memiliki insting untuk melakukan mobilisasi massa yang organik. Jika ini disinergikan dengan arahan strategis DPP PAN di bawah Zulkifli Hasan, BM PAN akan menjadi mesin elektoral yang sangat menakutkan bagi lawan politik pada Pemilu 2029,” terang Lutfi.