MAJALENGKA,Suararepublik.com – Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan XI, H. Yomanius Untung, S.Pd., menekankan perlunya memperkuat konsep Sekolah Maung sebagai langkah strategis membentuk generasi berkualitas untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Pernyataan itu disampaikannya saat berkunjung ke SMP Negeri 1 Maja, Selasa (16/6/2026).
Menurut penjelasannya, istilah “Maung” merupakan akronim dari Manusia Unggul, bukan dimaksudkan sebagai sebutan hewan. Konsep ini harus dipahami sebagai lambang pendidikan yang bermutu tinggi dan mampu bersaing secara luas.
“Misi Sekolah Maung sangat baik, berorientasi pada pembentukan manusia yang unggul. Jangan sampai disalahartikan secara harfiah, karena ini adalah kerangka pendidikan berkualitas yang menjadi pondasi utama generasi masa depan,” ujar Yomanius.
Ia menilai keberadaan sekolah berstandar tinggi merupakan salah satu pilar utama pencapaian cita-cita bangsa. Namun, jika hanya mengandalkan jumlah sekolah unggulan yang ada saat ini, pembentukan generasi berprestasi akan sangat terbatas cakupannya.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat menginginkan lebih banyak anak-anak berpotensi dapat berkembang dengan baik, sehingga kelak Jawa Barat didominasi oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” tambahnya.
Pembelajaran dalam kerangka Sekolah Maung pun dituntut tidak hanya sekadar menyampaikan pengetahuan dasar, melainkan mengembangkan kemampuan berpikir analitis, mengevaluasi informasi, hingga mampu menciptakan inovasi baru. Selain kemampuan akademik, DPRD Jawa Barat juga mendorong pendidikan karakter dimasukkan secara kuat ke dalam kurikulum, agar siswa tumbuh menjadi pemuda yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak baik dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Mengenai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), politisi asal daerah pemilihan XI ini mengakui masih dijumpai berbagai hambatan teknis di lapangan, termasuk gangguan pada sistem yang menghambat kelancaran pendaftaran calon siswa.
“Konsep Sekolah Maung sudah tepat dan baik, namun pendukung sistemnya belum sepenuhnya siap. Hal inilah yang menimbulkan kendala di lapangan, mulai dari gangguan akses hingga kesalahan data dalam proses pendaftaran,” ungkapnya.
Permasalahan tersebut ditegaskan bukan berasal dari gagasan sekolah unggulan itu sendiri, melainkan berkaitan dengan kesiapan infrastruktur, kualitas sumber daya manusia pengelola, serta sosialisasi yang belum menyeluruh dan maksimal.
“Kami pastikan anak-anak tidak boleh menjadi korban dari kekurangan sistem ini. Masalah sedang kami inventarisir secara rinci guna dicarikan solusi yang paling tepat dan cepat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, DPRD Provinsi Jawa Barat akan terus mendesak pemerintah provinsi untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh pada sistem penerimaan dan manajemen pendidikan, sehingga program Sekolah Maung dapat berjalan efektif, teratur, dan tidak merugikan peserta didik maupun masyarakat luas.***(ATSM)
Beranda
Pendidikan
Ketua Komisi V DPRD Jabar H.Yomanius Untung Soroti : Kendala Pelaksanaan SPMB Tahun 2026
Ketua Komisi V DPRD Jabar H.Yomanius Untung Soroti : Kendala Pelaksanaan SPMB Tahun 2026
aris tegar2 min baca








