Suararepublik.com Jakarta, 7 November 2026 – Sosok Kapolri Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto tidak hanya dikenal melalui perjalanan panjang pengabdiannya di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Di balik tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan tertinggi Polri, terdapat pula kisah sejarah keluarga dan akar budaya yang menarik untuk ditelusuri.
Berdasarkan publikasi Jejak Ulama Nusantara*, Suyudi Ario Seto merupakan putra asli Pandeglang, Banten. Ia lahir pada 14 Juli 1973 di Kampung Kadupinang, Desa Mandalasari, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Hal yang menarik perhatian adalah informasi mengenai garis keturunan keluarganya yang disebut memiliki hubungan dengan dzurriyah ulama kharismatik Pandeglang, yakni Syekh Muhammad Shohib Mandala Kadupinang.
Kisah tersebut menjadi bagian dari penelusuran sejarah keluarga yang memperlihatkan eratnya hubungan masyarakat Banten dengan tradisi keulamaan, pesantren, serta nilai-nilai religius yang diwariskan secara turun-temurun.
Pada 4 Oktober 2026, Suyudi Ario Seto tercatat melakukan ziarah ke makam keluarga Mandala Kadupinang. Ziarah tersebut menjadi momentum untuk mengenang leluhur sekaligus menghormati sejarah keluarga dan akar budaya tempat asalnya.
Tradisi ziarah makam leluhur memiliki makna mendalam bagi masyarakat Nusantara. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat agar generasi penerus tidak melupakan asal-usul, sejarah, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan.
Kisah ini menghadirkan sisi lain dari sosok Kapolri Suyudi Ario Seto. Bahwa seorang pemimpin tidak hanya memiliki perjalanan karier dan pengabdian, tetapi juga mempunyai akar sejarah, keluarga, dan budaya yang menjadi bagian dari perjalanan kehidupannya.
Melalui publikasi Jejak Ulama Nusantara, masyarakat diajak mengenal lebih jauh sejarah tokoh-tokoh bangsa, termasuk hubungan mereka dengan tradisi dan warisan budaya Nusantara.
Menelusuri jejak leluhur bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menjaga sejarah agar tetap hidup dan menjadi pelajaran bagi generasi mendatang. (Tim)









Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.