MAJALENGKA,Suararepublik.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka menggelar peringatan Haul Bung Karno secara serentak di seluruh wilayah Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Majalengka. Salah satu kegiatan utama dilaksanakan di lingkungan PAC Palasah, Desa Sindanghaji, yang sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengurus ranting baru serta pelaksanaan bakti sosial.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Aldy Novandhika, SE selaku perwakilan DPC PDIP Majalengka dan Fraksi PDIP, didampingi jajaran pengurus PAC Palasah serta para kader partai di tingkat ranting se-Kecamatan Palasah.

Dalam kesempatan tersebut, Aldy Novandhika menyampaikan bahwa peringatan Haul Bung Karno bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momen untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan, nasionalisme, dan pengabdian kepada rakyat yang ditinggalkan oleh sang Proklamator. “Kami mengemas kegiatan ini secara utuh, tidak hanya dengan doa bersama tetapi juga dibarengi penyegaran kepengurusan dan berbagi dengan masyarakat. Penyerahan SK pengurus baru ini menjadi komitmen kami memperkuat struktur organisasi dari akar rumput, agar kader semakin dekat dan mampu menjawab kebutuhan warga. Bantuan untuk DKM masjid juga wujud nyata bahwa PDIP hadir dan berbagi tanpa memandang perbedaan apapun,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PAC PDIP Palasah menyambut baik kehadiran jajaran DPC dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Haul Bung Karno menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk senantiasa menjaga amanah dan terus melayani masyarakat. “Penyerahan SK pengurus ranting baru adalah langkah penting menyegarkan semangat kerja di tingkat paling bawah. Sedangkan bakti sosial ini adalah wujud pengamalan nilai gotong royong yang menjadi warisan perjuangan. Kami berharap kegiatan ini makin mempererat silaturahmi antar kader dan menambah kepercayaan masyarakat terhadap PDIP di wilayah Palasah,” tegasnya.
Rangkaian acara dimulai dengan penyerahan bantuan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di lingkungan sekitar lokasi kegiatan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan jasa-jasa Bung Karno.***








