MOROTAI | SuaraRepublik.com — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Erwin Sutanto, mengungkapkan sejumlah usulan pembangunan masyarakat Desa Tawakali yang pernah diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD justru berstatus dibatalkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai.
Hal itu disampaikan Erwin saat melaksanakan Reses Ketiga Masa Persidangan III Tahun 2026 di Desa Tawakali, Daerah Pemilihan (Dapil) Timur Utara. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 warga.
Dalam pertemuan itu, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut memperlihatkan dokumen Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang memuat sejumlah usulan masyarakat dari reses sebelumnya.
Erwin menjelaskan, aspirasi warga telah dimasukkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran DPRD pada 3 April 2025. Namun, berdasarkan dokumen yang diperlihatkannya, beberapa usulan tersebut berstatus dibatalkan.
“Saya bisa bertanggung jawab bahwa aspirasi yang Bapak-Ibu sampaikan sudah saya masukkan. Ternyata usulan yang saya sampaikan ditolak oleh pemerintah daerah,” ungkap Erwin di hadapan masyarakat, Jum’at (6/11/2026).
Sejumlah usulan yang dibacakan di antaranya pembangunan pagar sekolah sepanjang 70 meter, pembangunan talud penahan ombak di kawasan tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tawakali, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang dinilai sudah tidak layak digunakan.
Menurut Erwin, usulan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat yang sebelumnya disampaikan langsung kepadanya. Karena itu, ia memperlihatkan dokumen pengusulan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas aspirasi yang telah diperjuangkan melalui lembaga legislatif.
Selain menyerap aspirasi, Erwin bersama pengurus PSI yang tersebar di tiga desa, yakni Tawakali, Bido, dan Yao, juga melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan bantuan beras.
Sebanyak 600 sak beras berukuran lima kilogram disalurkan kepada masyarakat di tiga desa tersebut. Selain beras, kegiatan itu juga diisi dengan pembagian alat tulis kepada anak-anak sekolah dasar (SD).
Pembagian bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Erwin bersama jajaran pengurus partai di wilayah Daerah Pemilihan Timur Utara.
Dalam penyampaian reses, Erwin juga menyinggung kondisi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kemarau panjang. Kekeringan berdampak terhadap aktivitas perkebunan warga, bahkan sejumlah tanaman bulanan dilaporkan tidak dapat tumbuh dengan baik.
“Informasi yang saya dapat, sekarang masyarakat sedang kesulitan karena kekeringan berkepanjangan. Tanaman bulanan pun tidak bisa hidup,” ujarnya.
Ia mengatakan, bantuan beras yang disalurkan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat di tengah kondisi tersebut.
Erwin juga menegaskan komitmennya untuk terus mengunjungi wilayah konstituennya melalui agenda reses setiap tahun. Menurutnya, pertemuan langsung dengan masyarakat menjadi ruang untuk mendengar persoalan sekaligus memperjuangkan kebutuhan warga.
Di sisi lain, pembatalan sejumlah usulan pembangunan yang diungkapkan Erwin menyisakan pertanyaan mengenai alasan pemerintah daerah tidak mengakomodasi kebutuhan tersebut. Terutama usulan yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan, perlindungan kawasan pesisir, dan sanitasi masyarakat.










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.