Suara Republik.Com
Samarinda, 14 Agustus 2026
Upaya membangun masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman dan kejahatan di ruang digital terus diperkuat melalui program Cyber Resilient Community (CRC). Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi proyek perubahan CRC yang berlangsung di Kantor OJK Kaltim Kaltara.
Kegiatan ini menyasar para Bhabinkamtibmas dan lurah sebagai garda terdepan sekaligus penggerak utama dalam implementasi program CRC di tengah masyarakat. Keduanya dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Melalui sosialisasi tersebut, para peserta diberikan pemahaman mengenai konsep, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan CRC, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman di ruang digital, mulai dari penipuan daring, kejahatan finansial, penyalahgunaan data pribadi, hingga berbagai bentuk pelanggaran siber lainnya.
Ka SPN Polda Kaltim Kombes Pol. Pepen Supena Wijaya mengatakan, penguatan ketahanan siber harus dimulai dari lingkungan masyarakat paling bawah dengan melibatkan unsur yang memiliki kedekatan langsung dengan warga.
“Bhabinkamtibmas dan lurah memiliki peran yang sangat strategis sebagai penggerak di tingkat kelurahan. Mereka bukan hanya menyampaikan edukasi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengenali, mencegah, dan melaporkan potensi ancaman di ruang digital,” ujarnya.
Bhabinkamtibmas dan lurah diharapkan tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak terbentuknya masyarakat yang lebih peduli, waspada, dan memiliki kemampuan untuk mengenali serta merespons ancaman digital secara tepat.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ketahanan siber berbasis masyarakat. Dengan keterlibatan Bhabinkamtibmas dan lurah, edukasi serta pelaporan terhadap potensi permasalahan di ruang digital dapat dilakukan secara lebih cepat, terarah, dan dekat dengan masyarakat.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi menegaskan, ketahanan siber merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk Polri, pemerintah daerah, OJK, dan masyarakat.
“Cyber Resilient Community bukan sekadar program edukasi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang memiliki kesadaran dan kemampuan dalam menghadapi berbagai ancaman digital. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, OJK, serta masyarakat menjadi kunci agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Program CRC diharapkan mampu menghadirkan pola pencegahan yang tidak hanya mengandalkan penanganan setelah kejahatan terjadi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak dini.
Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, OJK, serta unsur masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Cyber Resilient Community sebagai gerakan bersama. Dari tingkat kelurahan, ketahanan siber dibangun; dari masyarakat, kesadaran digital diperkuat.
Melalui langkah tersebut, CRC diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat Kaltim yang semakin cerdas, waspada, dan tangguh menghadapi tantangan keamanan di era digital.







