banner 325x300
banner 325x300
BeritaDaerahNasionalOrganisasiPeristiwaTNI/POLRI

ARTI KEMERDEKAAN BAGI MAJLIS ZIKIR NURUL WOTHON

×

ARTI KEMERDEKAAN BAGI MAJLIS ZIKIR NURUL WOTHON

Sebarkan artikel ini

Samarinda, 17 Agustus 2026

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 menjadi momentum bersejarah dan penuh makna bagi Majlis Zikir Nurul Wothon Alhambalangi Walkhitoh Indonesia, khususnya DPW Kalimantan Timur.

Di usia yang relatif masih sangat muda, baru sekitar tiga bulan, keberadaan Majlis Zikir Nurul Wothon DPW Kalimantan Timur telah mendapat perhatian dan kepercayaan khusus dari para petinggi Ibu Kota Nusantara. Kehadiran Majlis Zikir Nurul Wothon bukan hanya diikutsertakan dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan, termasuk upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, tetapi juga memperoleh tempat yang istimewa dengan tersedianya sekretariat yang representatif di kawasan Ibu Kota Nusantara.

BACA JUGA:  Diskusi Publik Forum Nalar Majalengka: BIJB Kertajati "Mati Suri", Masih Adakah Harapan Kembali ke Visi Awal

Bagi kami, semua itu bukan sekadar penghormatan, melainkan amanah. Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengisi kemerdekaan dengan amal, persatuan, keteladanan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Majlis Zikir Nurul Wothon yang berada di bawah kepemimpinan DPP, dengan Ketua Umum Amirul Am KH. Fatollah Suyuti Toha, yang termasuk dalam usulan sembilan nama AHWA (Ahli Halli Wal Aqdi) dalam Muktamar NU ke-35 yang akan datang, memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga semangat kebangsaan dan persatuan.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Panggil Mentan ke Istana, Ada Apa?

Majlis Zikir Nurul Wothon bukan sekadar organisasi kemasyarakatan biasa. Ia hadir sebagai wadah perekat bangsa, tempat bertemunya nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, persaudaraan dan pengabdian. Dari DPP, DPW hingga DPC, perjuangan yang dibangun adalah perjuangan untuk menghadirkan pikiran-pikiran positif, memperkuat ukhuwah, serta ikut merawat Indonesia agar tetap berdiri kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun, jalan perjuangan tentu tidak selalu mudah. Tantangan akan selalu ada. Karena itu, kemerdekaan harus dijawab dengan keberanian untuk berbuat baik, keteguhan menjaga persatuan, dan kesediaan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

BACA JUGA:  Forkopimda Binjai Hadiri Pisah Sambut Kapolres Binjai yang Dilaksanakan Pemko Binjai

Bagi Majlis Zikir Nurul Wothon, merah putih bukan hanya untuk dikibarkan, tetapi untuk dijaga maknanya. Kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi untuk diisi dengan pengabdian. Dan zikir bukan hanya untuk mengingat Allah, tetapi juga menjadi kekuatan spiritual untuk mencintai, menjaga, dan membangun negeri.

*Dirgahayu Republik Indonesia ke-81*.

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

Majlis Zikir Nurul Wothon Alhambalangi Walkhitoh Indonesia
DPW-DPC Samarinda Kalimantan Timur

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *