banner 325x300
banner 325x300
BeritaDaerah

Antrean BBM Mengular di SPBU Puruk Cahu, Warga Minta Kuota Ditambah

Avatar photo
×

Antrean BBM Mengular di SPBU Puruk Cahu, Warga Minta Kuota Ditambah

Sebarkan artikel ini

PURUK CAHU, Suara Republik. Com//

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat memadati SPBU 64.739.01 di Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Sabtu (15/8/2026). Antrean bahkan terpantau memanjang hingga sepanjang Jalan Sudirman.

 

Seorang warga Tahujan Ontu, Ribka (50), mengatakan antrean kendaraan telah terjadi sejak sekitar pukul 05.00 WIB. Kondisi tersebut membuat warga harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

 

“Antrean sudah ada sejak pukul 05.00,” ujar Ribka saat ditemui di tengah kepadatan antrean.

BACA JUGA:  Lapor Pak Kapolri : Kapolrestabes Medan Diduga Sebarkan Isu Hoax ke Komisi III DPR RI, Korban Pencurian Jadi Tersangka dan DPO Disebut Jaringan Mafia dan Pemeras?

 

Pantauan redaksi pada Sabtu pagi menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat terus berdatangan ke SPBU 64.739.01. Panjangnya antrean membuat arus kendaraan di sekitar lokasi menjadi lebih padat.

 

Kondisi tersebut juga dirasakan Rudi, warga Muara Jaan, yang ditemui saat mengantre BBM. Ia berharap distribusi BBM ke wilayah Puruk Cahu dapat segera ditingkatkan untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi.

 

Rudi meminta UPMS Banjarmasin menambah kuota BBM untuk Kota Puruk Cahu. Menurut dia, tambahan pasokan diperlukan agar seluruh SPBU yang ada di wilayah tersebut dapat kembali beroperasi secara optimal.

BACA JUGA:  Kapolri Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

 

“Harapannya UPMS Banjarmasin bisa menambah kuota BBM untuk Puruk Cahu,” kata Rudi. Ia menilai ketersediaan pasokan saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Menurut Rudi, di Puruk Cahu terdapat enam SPBU dan dua Pertashop yang seharusnya dapat membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat. Namun, ketika hanya satu SPBU yang dapat melayani konsumen, antrean panjang tidak terhindarkan. Di sisi lain, harga BBM eceran, khususnya Pertalite, disebut telah mencapai sekitar Rp25.000 per liter.

BACA JUGA:  Panglima TNI Berikan Pembekalan kepada Pasis Dikreg LV Sesko TNI

 

Ia berharap persoalan pasokan BBM tersebut segera mendapat perhatian dari pihak terkait. Sebab, keterbatasan pasokan tidak hanya menyulitkan masyarakat mendapatkan BBM, tetapi juga berpotensi mendorong kenaikan harga eceran dan mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Murung Raya.

 

“Kalau hanya satu SPBU yang melayani, tentu tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Murung Raya,” ujarnya. Warga berharap penambahan kuota dan normalisasi distribusi BBM segera dilakukan agar antrean panjang dapat dikurangi dan masyarakat kembali memperoleh BBM dengan harga yang wajar.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *