Scroll ke bawah untuk melanjutkan
banner 320x300
banner 325x300
banner 325x300
Pendidikan

SMKN 1 Majalengka Sekolah Maung 2026 Buka Pendaftaran, Terkendala Gangguan Server Se-Jawa Barat

×

SMKN 1 Majalengka Sekolah Maung 2026 Buka Pendaftaran, Terkendala Gangguan Server Se-Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

MAJALENGKA,SuaraRepublik.com – SMK Negeri 1 Majalengka, yang kini ditetapkan sebagai Sekolah Manusia Unggulan (Maung) Jawa Barat tahun 2026, resmi membuka pendaftaran peserta didik baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada periode 25 hingga 29 Mei 2026. Sekolah yang beralamat di Jalan Raya Tonjong Pinangraja Nomor 55, Kelurahan Cicenang, Kecamatan Majalengka ini menjadi satu dari 13 SMK Negeri se-Jawa Barat yang mendapat predikat tersebut, di mana setiap Cabang Dinas Pendidikan (KCD) memiliki satu perwakilan.

Kepala SMKN 1 Majalengka, Dr. H. Adang Ardali, S.Pd., M.T., melalui Ketua Panitia SPMB, Dudung Aminudin, M.Pd., menyampaikan bahwa proses pendaftaran sejak hari pertama hingga hari kedua, Selasa (26/05/2026), sempat terhambat. Hingga pukul 10.00 WIB, sistem pendaftaran belum bisa diakses karena adanya gangguan atau kegagalan server yang ternyata dialami secara serentak oleh seluruh wilayah Jawa Barat. Hal ini dikonfirmasi setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan sejumlah daerah lain melalui rapat daring.

“Predikat Sekolah Maung ini merupakan arahan Gubernur Jawa Barat untuk tahun ajaran 2026–2027 guna menciptakan satuan pendidikan unggulan. Berbeda dengan SMA yang ada 28 sekolah tersebar hampir di setiap kabupaten/kota, untuk jenjang SMK penempatannya mewakili wilayah KCD. Contohnya, untuk wilayah binaan ini ada di Majalengka, sedangkan Indramayu tidak memiliki,” jelas Dudung kepada awak media.

Meskipun jumlah rombongan belajar (rombel) tetap sebanyak 24 kelas, ada penyesuaian kapasitas siswa demi menjaga kualitas pembelajaran. Jika sebelumnya satu rombel berisi 36 siswa, sebagai Sekolah Maung jumlahnya dikurangi menjadi 32 siswa per kelas. Secara total, SMKN 1 Majalengka tahun ini akan menerima 768 peserta didik baru.

Terkait persyaratan masuk, Dudung menjelaskan ketentuan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, namun penekanan pada nilai akademik diperketat. Standar awal yang ditetapkan mewajibkan rata-rata nilai rapor minimal di atas 85. Namun, menyusul evaluasi sistem, terdapat informasi bahwa batas nilai tersebut kemungkinan diturunkan menjadi 80 agar lebih banyak calon siswa yang bisa masuk seleksi. Jika nilai di bawah ambang batas, sistem akan otomatis menolak pendaftaran.

Sekolah Maung tidak menerapkan sistem zonasi, melainkan murni berdasarkan prestasi. Ada tiga jalur seleksi yang dibuka: pertama, jalur potensi akademik dengan syarat kecerdasan atau IQ minimal 130; kedua, jalur prestasi akademik yang mengacu pada nilai rapor dan pencapaian akademik lain; serta ketiga, jalur prestasi non-akademik yang mencakup keahlian khusus atau pengalaman kepemimpinan. Khusus untuk penghargaan atau kejuaraan, akumulasi nilai hanya berlaku untuk tingkat provinsi, sedangkan pencapaian tingkat kabupaten tidak diakui.

Meski masih banyak peminat yang sudah hadir maupun mendaftar secara daring namun terkendala sistem, panitia berharap gangguan ini segera teratasi. “Kami berharap dalam waktu dekat akses pendaftaran berjalan lancar. Dukungan orang tua sangat kami harapkan agar program unggulan ini bisa melahirkan generasi berkualitas sesuai harapan Gubernur Jawa Barat,” pungkas Dudung.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *