MOROTAI | SuaraRepublik.com — Aksi protes warga Desa Sabatai-Sabala, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 16.03 WIT, Selasa, 3 November 2026. Hingga sore, warga masih bertahan menuntut kejelasan atas dugaan pengalihan lokasi pembangunan jalan lingkungan.
Selama aksi berlangsung, massa mendesak Bupati dan Wakil Bupati Pulau Morotai turun langsung menemui mereka. Namun, hingga pukul 16.03 WIT, kedua pimpinan daerah tersebut belum terpantau berada di lokasi demonstrasi.
Situasi kembali menguat ketika Safril, salah seorang warga Sabatai-Sabala, menyampaikan orasi sekitar pukul 15.00 WIT. Ia menegaskan masyarakat berkomitmen melanjutkan aksi sampai Bupati hadir dan memberikan penjelasan secara langsung.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan protes sampai Bupati turun langsung menemui masyarakat dan memberikan penjelasan,” ujar Safril dalam orasinya.
Menurut warga, persoalan ini bukan sekadar perubahan lokasi pembangunan. Mereka mempertanyakan kebijakan pemerintah yang diduga mengalihkan proyek jalan lingkungan dari Sabatai-Sabala ke Pandanga-Juanga, padahal aspirasi pembangunan tersebut telah diperjuangkan sejak 2024.
Warga menginginkan kepastian dari pemerintah daerah, bukan sekadar janji. Mereka juga mendesak agar alasan perubahan lokasi proyek disampaikan secara terbuka.
Aksi tersebut menjadi bentuk desakan masyarakat agar pemerintah tidak mengabaikan aspirasi pembangunan yang telah lama disuarakan.
Hingga pukul 16.03 WIT, massa masih bertahan di lokasi aksi. Belum terlihat kehadiran Bupati maupun Wakil Bupati untuk menemui para demonstran.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.