MOROTAI | SuaraRepublik.com — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menargetkan 25.600 pengunjung dalam Morotai Festival (Morofest) 2026. Namun, hingga malam penutupan, panitia belum memaparkan realisasi kunjungan, jumlah wisatawan dari luar daerah, maupun dampak ekonomi festival tersebut.

Target itu diumumkan Sekretaris Daerah Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, yang juga menjabat Ketua Panitia Morofest 2026, pada 22 September 2026. Melalui publikasi di situs resmi Pemkab Pulau Morotai berjudul Morotai Festival 2026 Targetkan 25.600 Pengunjung, 17 Event Siap Digelar, target tersebut mencakup masyarakat lokal, peserta nasional hingga wisatawan mancanegara, Sabtu (31/10/2026).

Namun, jumlah pengunjung tidak otomatis sama dengan jumlah wisatawan. Tanpa pemisahan data berdasarkan asal kedatangan, sulit mengukur sejauh mana festival tersebut berhasil mendatangkan wisatawan ke Morotai.

Malut Times dalam pemberitaan 7 Oktober 2026 menyebut target 25.600 pengunjung itu sekitar 6,7 kali jumlah kunjungan wisatawan Morotai sepanjang 2025 yang tercatat 3.814 orang. Perbandingan ini memperlihatkan besarnya target yang perlu dibuktikan melalui data realisasi.

Persoalan transparansi juga menyangkut dampak ekonomi. Morofest melibatkan 116 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, laporan ketua panitia pada malam penutupan belum mencantumkan nilai transaksi, omzet pedagang, maupun total perputaran uang selama festival.

Padahal, peningkatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan festival yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut.

Sebelumnya, Ketua Panitia Morofest 2026, Ramlan Drakel, yang juga Kepala Dinas PUPR Morotai, mengakui belum menguasai rincian penggunaan anggaran sekitar Rp1,1 miliar. Ia menyebut rincian belanja setiap seksi akan diketahui melalui laporan pertanggungjawaban.

Kondisi ini menambah pentingnya keterbukaan penyelenggara. Publik tidak hanya membutuhkan informasi mengenai kemeriahan acara, tetapi juga realisasi target, hasil ekonomi, dan pertanggungjawaban anggaran yang digunakan.

Karena itu, evaluasi Morofest semestinya memuat jumlah pengunjung berdasarkan asal kedatangan, jumlah wisatawan yang menginap, transaksi UMKM, serta rincian penggunaan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, panitia belum memaparkan realisasi target 25.600 pengunjung maupun nilai perputaran ekonomi Morofest 2026. Pemerintah daerah dan panitia harus membuka data tersebut agar publik dapat mengukur capaian festival. Sebab, keberhasilan Morofest tidak cukup diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari pencapaian target dan dampak nyata bagi masyarakat.