SuaraRepublik.com / Nias Barat – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai Perindo, Yulianus Halawa, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III di Kampus Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Misi (STTAM), Kabupaten Nias Barat. Bertempat Aula Kampus STTAM Nias Barat pada hari Jum’at, 30 Oktober 2026

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan civitas akademika untuk menyerap berbagai aspirasi, khususnya terkait pengembangan pendidikan tinggi dan kebutuhan mahasiswa.

Dalam pembukaan kegiatan, Yulianus Halawa menyampaikan bahwa pelaksanaan reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan, sekaligus menampung berbagai persoalan yang perlu diperjuangkan melalui lembaga legislatif.

Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat, khususnya mahasiswa dan para dosen, merupakan bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, berbagai kendala yang dihadapi lembaga pendidikan maupun mahasiswa perlu mendapatkan perhatian dan dicarikan solusi bersama.

Kegiatan tersebut turut diisi dengan sambutan dari Ketua Lembaga STTAM, Ketua Yayasan, serta Penjabat (Pj.) Kepala Desa Simaeasi. Dalam sambutan masing-masing, para pihak menyampaikan pandangan dan harapan terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan dan pengembangan kampus.

Memasuki sesi diskusi, mahasiswa dan dosen diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Sejumlah persoalan mengemuka, dengan fokus utama pada pengembangan kampus, peningkatan fasilitas pendidikan, serta berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengakses bantuan pendidikan.

Salah satu perhatian khusus yang disampaikan mahasiswa adalah persoalan akses terhadap Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP), termasuk peluang memperoleh beasiswa dari pemerintah. Mereka berharap adanya perhatian dan pendampingan agar mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh akses terhadap program bantuan pendidikan tersebut.

Aspirasi ini dinilai penting mengingat dukungan pembiayaan pendidikan dapat membantu meringankan beban mahasiswa sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Yulianus Halawa menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, dosen, dan pihak kampus. Ia menilai bahwa setiap persoalan yang disampaikan perlu dicatat, dikaji, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta mekanisme yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan DPRD agar berbagai hambatan dalam pengembangan pendidikan dapat dicarikan jalan keluar secara bertahap dan berkelanjutan.

Melalui Reses Masa Sidang III ini, diharapkan aspirasi civitas akademika STTAM tidak berhenti sebatas penyampaian dalam forum diskusi, tetapi dapat menjadi bahan perjuangan dan pertimbangan dalam mendorong kebijakan pembangunan daerah yang lebih berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan.

Reses bukan sekadar agenda formal kedewanan, melainkan jembatan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat untuk memastikan bahwa kebutuhan serta harapan masyarakat mendapatkan perhatian dalam proses pembangunan.

Â