MOROTAI | SuaraRepublik.com — Aktivitas penggalian pasir menggunakan alat berat di kawasan pesisir Desa Pangeo-Loleo, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, memunculkan pertanyaan mengenai asal dan peruntukan material di tengah pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan Loleo-Pangeo.
Proyek pembangunan jembatan dengan bentangan 12 meter tersebut tercatat memiliki pagu anggaran Rp3,2 miliar dari APBD Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan informasi paket pengadaan dengan nomor tender 10146177000, proyek itu berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai. CV Citra Wanita Indonesia, yang beralamat di Jalan Pemuda, Toboleu, Ternate Utara, Kota Ternate, tercantum dalam informasi paket tersebut.
Sementara itu, pantauan di kawasan pesisir Pangeo-Loleo menunjukkan satu unit ekskavator dan truk beraktivitas di lokasi penggalian pasir.
Namun, belum ada informasi terkonfirmasi yang menunjukkan bahwa aktivitas penggalian tersebut berkaitan langsung dengan proyek pembangunan jembatan. Penggunaan pasir hasil galian untuk kebutuhan konstruksi juga belum dapat dipastikan.
Karena itu, keterangan dari Dinas PUPR dan pihak perusahaan diperlukan untuk menjelaskan kebutuhan material proyek, sumber pasokan pasir, serta apakah aktivitas penggalian di pesisir tersebut berkaitan dengan pekerjaan pembangunan jembatan.
Penjelasan mengenai dasar perizinan penggalian dan aspek lingkungan juga diperlukan untuk memastikan kesesuaian kegiatan dengan ketentuan yang berlaku.








Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.