Beritarepublikviral//PADANG, β€” Di Aula Gedung LKAAM Sumatera Barat seolah memeluk kehangatan pagi yang penuh berkah hari ini Sabtu, 31 Oktober 2026. Di tengah suasana yang tenang dan sakral, sebuah tongkat estafet amanah diserahkan.

Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Datuak Sati β€” Ketua LKAAM Sumatera Barat β€” berdiri tegak, mengukuhkan secara resmi kepengurusan baru Bundo Kanduang Tuah Sakato. Sebuah momen yang bukan sekadar serah-terima jabatan, melainkan ikrar hati-hati perempuan Minang untuk kembali berdiri di barisan terdepan menjaga pusaka bangsa.

Prosesi ini mengusung tema yang berdenyut di lubuk hati setiap hadirin: β€œBadayuang Basamo LKAAM dan Bundo Kanduang Minangkabau Dalam Mengamalkan, Membentengi dan Pewarisan Nilai-nilai Luhur Adat Minangkabau.”

🏑 Dua Sayap, Satu Langit: LKAAM dan Bundo Kanduang Berjalan Bersama

Hadir menyaksikan momen bersejarah ini para pejabat dan tokoh yang memegang kunci kemajuan Sumatera Barat: Kapolda Sumatera Barat, Kapolresta Padang, Ketua LKAAM Kota Padang Irwan Basyir Dt. Rajo Alam, Ketua Harian LKAAM Sumbar Dr. Amril Amir, jajaran pengurus LKAAM, serta Bundo Kanduang dari berbagai penjuru nagari. Semua hadir bukan sekadar saksi mata, melainkan bagian dari ikrar besar ini.

Dalam arahannya, Prof.Dr. Fauzi Bahar Dt. Sati menegaskan dengan suara yang mantap namun lembut:

β€œLembaga Adat dan Bundo Kanduang ibarat dua sayap satu burung. Tak mungkin terbang tinggi jika salah satu patah. Kerapatan adat memegang marwah hukum dan ketetapan, sementara Bundo Kanduang menjaga hati dan kesucian keluarga. Keduanya harus berjalan beriringan, saling menguatkan, tidak saling mendahului, tidak pula saling menjauh.”

Beliau mengingatkan bahwa, tantangan zaman kini mengetuk pintu setiap rumah β€” narkoba, pergaulan bebas, arus modernisasi yang kadang membius akal sehat. Di sinilah peran Bundo Kanduang menjadi mutiara yang tak ternilai harganya:

β€œKembalikanlah Bundo Kanduang ke tempat yang seharusnya β€” di hati keluarga, di tengah anak kemenakan. Tegakkan kembali falsafah hidup kita: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Biar tangan Ninik Mamak memegang teguh aturan, dan hati Bundo Kanduang menjaga kesucian akhlak generasi kita.”

🌷 Bundo Kanduang: Cahaya Penuntun di Setiap Rumah

Hj. Netti Miharni, Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan pesan yang menyentuh sanubari:

β€œPerempuan Minangkabau bukan sekadar penghuni rumah β€” ia adalah jantung yang memompa kehidupan keluarga. Di manakah letak keindahan adat jika bukan di kesopanan anak-anak kita? Di mana kemuliaan nagari jika bukan di keluhuran akhlak ibu-ibunya? Bundo Kanduang adalah pelita yang tak boleh padam, di tengah gelapnya tantangan zaman.”

🀝 Amanah Baru, Langkah Nyata

Susunan pengurus inti yang resmi dilantik hari ini membawa harapan segar bagi seluruh Sumatera Barat:

– Bundo Elizartina, S.Sos. β€” Ketua
– Bundo Nurzawati β€” Sekretaris
– Bundo Yanti Dewi Murni β€” Bendahara

Sebagai nahkoda baru yang memegang kemudi, Bundo Elizartina menyampaikan tekadnya dengan lugas dan tulus: