banner 325x300
banner 325x300
BeritaNasional

Fintech Lending Days Bali 2026 Mengusung tema “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem,”

×

Fintech Lending Days Bali 2026 Mengusung tema “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem,”

Sebarkan artikel ini

SUARAREPUBLIK.COM Denpasar || Fintech Lending Days Bali 2026 diselenggarakan pada tanggal 20–21 Agustus 2026 di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar. Mengusung tema “Advancing Indonesia’s Digital Financing Ecosystem,” acara ini mempertemukan OJK, AFPI, regulator, serta berbagai platform pembiayaan digital terkemuka di Indonesia.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terus memperkuat upaya edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman terkait layanan keuangan digital.
Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam layanan pinjaman online (pinjol) ilegal yang merugikan.

BACA JUGA:  Polres PPU Amankan Pelantikan Relawan Dan Rakerda PAN, Kegiatan Berlangsung Aman, Tertib Dan Kondusif

Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengungkapkan Kamis, 20/08/26 bahwa perbedaan paling mendasar antara pinjol ilegal dan Fintech Pendanaan Bersama Legal (Pindar) dapat dikenali langsung dari cara penawaran awal kepada calon nasabah. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) berharap agar masyarakat semakin paham akan perbedaan antara Pinjol dan Fintech Lending Legal (pindar).

Ketum AFPI Entjik S. Djafar mengatakan “Perbedaan yang jelas dari sistem awal kredit antara Pinjol dan Pindar lebih mudah ketika pertama kali mendapatkan tawaran pinjaman biasanya melalui telephon atau WhatsApp maupun email itu jelas pinjol ilegal di karenakan anggota AFPI di larang menawarkan dengan metode seperti itu,” ungkap Entjik.

BACA JUGA:  Residivis di Mangkubumi Diduga Kembali Edarkan " Pod Getar ", Warga Desak Polisi Turun Tangan

Namun yang pasti pinjol ilegal serta tidak berijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sedangkan Pindar adalah platform yang jelas yang sudah mengantongi ijin dari OJK dan mempunyai aturan yang jelas serta memiliki standar yang ketat dalam melindungi Konsumen.

Ketum AFPI uga menambahkan perlindungan konsumen sebagai pilar industri Pindar, pertama transparansi informasi dan produk, penerapan penagihan yang beretika dan lainnya.
AFPI ingin memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang industri fintech lending. Fintech lending bukan pinjol,” tegas Entjik.

BACA JUGA:  Dugaan Judi Sabung Ayam Kembali Beroperasi di Karang Duren Jember, Nama Oknum TNI 509 Kostrad Disebut, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Ketum AFPI berharap, masyarakat dapat membedakan antara keduanya dan memilih layanan yang benar-benar aman dan bermanfaat. Fintech lending atau peer-to-peer lending (P2P lending) adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang Rupiah secara langsung antara kreditur atau pemberi pinjaman dan debitur atau penerima pinjaman berbasis teknologi informasi.(CVS).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *