Suararepublik.com Medan – Kritik keras mengguncang internal Partai Demokrat Sumatera Utara. Kader Demokrat, Arif Tampubolon, secara terbuka meminta adanya perubahan kepemimpinan di tubuh DPD Demokrat Sumut jika partai berlambang mercy itu ingin kembali berjaya.
Pernyataan itu disampaikan Arif dalam Dialog Publik “25 Tahun Partai Demokrat: Peluang dan Tantangan Mengembalikan Kejayaan Partai di Sumatera Utara” di Hotel Grand Antares, Medan, Minggu (4/10/2026).
Tanpa basa-basi, Arif mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Ketua DPD Demokrat Sumut Muhammad Lokot Nasution. Namun, ia menegaskan kekecewaannya bukan terhadap Partai Demokrat, melainkan terhadap sosok pemimpin.
“Saya memang agak sinis karena saya tersakiti secara psikologis oleh Ketua DPD saat ini,” ujar Arif.
Arif bahkan terang-terangan menyebut pergantian ketua DPD sebagai salah satu pilihan apabila kader menginginkan Demokrat Sumut kembali besar. “Kalau memang kita mampu mengganti Ketua DPD, ganti! Kalau enggak mampu, kenapa ikuti peraturannya?” tegasnya.
Lebih jauh, Arif melontarkan prediksi tajam mengenai masa depan perolehan kursi Demokrat di DPRD Sumut apabila Lokot kembali memimpin hingga 2027.
“Kalau memang masih Lokot Nasution juga 2027 nanti terpilih jadi Ketua DPD Demokrat Sumut, saya prediksi perolehan kursi DPRD Provinsi Sumatera Utara bakal berkurang, bukan lima lagi, ini dua,” katanya.
Arif menegaskan prediksi tersebut merupakan pandangan politik pribadinya, bukan hasil survei maupun proyeksi resmi pemilu.
Kritik Arif tidak berhenti di soal elektoral. Ia juga mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Lokot dan mengungkap pengalaman pribadinya ketika pernah diberhentikan dari kepengurusan Demokrat.
“Di kepengurusan Lokot Nasution saya dipecat. Itu hanya karena persoalan kecil. Itu saya kecewanya, bukan kecewa di partai, tapi kecewa di pemimpin,” ujarnya.
Meski mengkritik keras, Arif menegaskan dirinya tetap loyal kepada Demokrat. Ia mengaku tidak tertarik pindah partai meski mendapat tawaran dari partai lain. “Mau partai mana datang, enggak, aku tetap Demokrat. Kalian ganggu Demokrat, partai lain, aku lawan,” katanya.
Bagi Arif, loyalitas kepada partai tidak berarti kader harus diam ketika melihat persoalan. “Selagi benar, pemimpin saya dukung sebagai yang memimpin,” ujarnya.
Arif kemudian mendorong agar persoalan kepemimpinan Demokrat Sumut diselesaikan melalui mekanisme organisasi, salah satunya Musyawarah Daerah (Musda). Ia menyebut sejumlah nama yang dinilainya layak diperhitungkan dalam dinamika kepemimpinan, termasuk Armin Simatupang dan Anita Lubis.
Ia juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah tokoh Demokrat di Jakarta, termasuk Aulia Pohan, untuk membahas kondisi internal Demokrat Sumut.
“Minggu semalam saya pulang dari Jakarta jumpa Pak Aulia Pohan, banyak cerita, diskusi. Sama dia saya jumpa sudah enam kali diskusi, tentang Demokrat Sumut saya paparkan,” ungkapnya.
Selain mendorong perubahan kepemimpinan, Arif mengaku tengah berupaya melakukan regenerasi kader. Ia menyebut akan membawa tiga pengusaha muda asal Sumatera Utara untuk mengambil KTA Demokrat di tingkat pusat. “Saya minggu besok berangkat bawa tiga orang pengusaha Sumut mau mengambil KTA Demokrat di Pusat,” ujarnya.
Menurut Arif, regenerasi dan penguatan basis akar rumput menjadi kunci jika Demokrat ingin kembali menjadi kekuatan politik utama di Sumatera Utara.
Ia juga menegaskan kritik yang disampaikannya bukan karena kepentingan materi. “Belum pernah saya menikmati dari Demokrat berbentuk uang. Belum pernah saya jual Demokrat cari uang,” katanya.
Di penghujung pernyataannya, Arif kembali melempar pertanyaan besar kepada kader Demokrat Sumut: siapa sosok yang mampu membawa partai kembali ke masa kejayaan?
Ia mengingatkan capaian Demokrat yang pernah meraih 27 kursi DPRD Sumut pada 2009 dan menilai target kebangkitan harus kembali dibicarakan secara serius. “Sekarang persoalannya, berani enggak kita untuk menukar Lokot Nasution, dan mengembalikan perolehan 27 kursi DPRD Provinsi Sumatera Utara pada 2009? Siapa pemimpin yang mampu? Itu menurut saya,” tegasnya. (Tim)













