Scroll ke bawah untuk melanjutkan
banner 320x300
banner 325x300
banner 325x300
Berita

Semarakkan Kalideres, Bang Japar Hadirkan Hiburan dan Kepedulian Sosial Lewat Festival Budaya Betawi & Lebaran Anak Yatim

×

Semarakkan Kalideres, Bang Japar Hadirkan Hiburan dan Kepedulian Sosial Lewat Festival Budaya Betawi & Lebaran Anak Yatim

Sebarkan artikel ini

Suara Republik.com: Irsof

JAKARTA BARAT – Suasana meriah sekaligus penuh kehangatan menyelimuti wilayah Kalideres, Jakarta Barat, pada akhir pekan ini. Komando Kecamatan (Komcam) Ormas Bang Japar Kalideres sukses menggelar Festival Budaya Betawi & Lebaran Anak Yatim yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (4–5 Juli 2026). Bertempat di Jl. Mandor Husein, Tembok Bolong, Kelurahan Semanan, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menyalurkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim.

Acara yang mengusung semangat kebersamaan ini menghadirkan perpaduan unik antara pelestarian seni tradisi dan aksi nyata kemanusiaan. Pengunjung disuguhkan dengan beragam pertunjukan seni budaya Betawi, atraksi tradisional, lenong, hingga hiburan musik modern yang menghibur seluruh lapisan masyarakat.

Untuk memeriahkan suasana, panitia menghadirkan penampilan spesial dari grup musik Big Kerock dan Sueb Reborn. Kedua grup musik ini berhasil mengocok adrenalin pengunjung dengan suguhan musik khas yang penuh semangat, menjadi daya tarik utama bagi warga yang hadir. Selain hiburan musik, berbagai pertunjukan seni tradisional Betawi juga ditampilkan sebagai bentuk upaya menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

BACA JUGA:  Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Di balik kemeriahan hiburan, festival ini memiliki misi mulia sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Dan santunan bagi anak-anak yatim dalam rangkaian “Lebaran Anak Yatim”. Kegiatan ini menjadi wujud tanggung jawab sosial bersama untuk mempererat silaturahmi antarwarga, memperkuat rasa persaudaraan, serta menumbuhkan empati terhadap kaum dhuafa.

“Kehadiran para tokoh dan pengurus Bang Japar, bersama jajaran Komando Kecamatan Kalideres, diharapkan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai budaya Betawi sekaligus memperkuat ikatan sosial,” ujar perwakilan panitia.

Kesuksesan penyelenggaraan ini tidak lepas dari dukungan kolaboratif berbagai unsur di bawah naungan keluarga besar Bang Japar, termasuk LBH Bang Japar, Srikandi Bang Japar, Majelis Taklim Dzikir Sholawat, UMKM Bang Japar Jakarta Barat, serta FK-PBB. Keterlibatan berbagai elemen ini menunjukkan komitmen kuat ormas Bang Japar dalam membangun ekosistem masyarakat yang harmonis, kreatif, dan peduli.

Fahira Idris: Jakarta Kota Global Harus Tetap Berbudaya dan Peduli

BACA JUGA:  Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Dugaan Penyekapan di Percetakan Mau Print Jakpus

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Bang Japar yang juga Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris. Dalam sambutannya, Fahira menegaskan bahwa kemajuan Jakarta menuju kota global harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, penguatan gotong royong, dan kepedulian sosial.

“Jakarta sedang melangkah menuju usia lima abad dan terus bergerak menjadi kota global. Namun, kemajuan itu harus tetap berjalan bersama kekuatan budaya, semangat gotong royong, dan kepedulian sosial. Jakarta boleh terus berkembang, tetapi akar budaya dan rasa kemanusiaannya harus tetap kuat,” ujar Fahira Idris.

Senator Jakarta ini menyampaikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar Bang Japar Komcam Kalideres. Menurutnya, festival ini berhasil mempertemukan beberapa semangat kebaikan sekaligus: pelestarian budaya Betawi, penguatan silaturahmi warga, pemberdayaan UMKM dan kuliner lokal, serta berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.

“Budaya dirawat, silaturahmi diperkuat, ekonomi warga digerakkan, dan kebahagiaan dibagikan. Inilah bentuk kegiatan masyarakat yang menurut saya sangat bermakna karena manfaatnya dirasakan dari banyak sisi,” kata Fahira.

Fahira juga menekankan pentingnya panggung budaya di tingkat kampung dan kecamatan sebagai ruang perjumpaan antarwarga di tengah kehidupan kota yang semakin individual. “Jakarta membutuhkan semakin banyak ruang tempat warga bisa bertemu, saling mengenal, menikmati budaya, dan bergotong royong. Kota global tetap membutuhkan kampung yang guyub dan warga yang peduli satu sama lain,” ungkapnya.

BACA JUGA:  AKP Gunawan Amin Tegaskan Kasus Dugaan Penganiayaan Saat Demo Akan Diproses Profesional

Terkait aspek ekonomi, Fahira menilai kehadiran UMKM dalam festival memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi warga sekitar. Sementara itu, momen Lebaran Anak Yatim dinilai sebagai pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kasih sayang dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan.

“Anak-anak yatim adalah anak-anak kita bersama. Membahagiakan mereka dan memastikan mereka merasakan kasih sayang adalah tanggung jawab bersama. Sebuah kota akan semakin kuat ketika warganya memiliki kepedulian kepada sesama,” pungkas Fahira Idris.

Melalui festival ini, Bang Japar Kalideres berharap dapat terus memperkuat semangat gotong royong dan menjadikan budaya Betawi sebagai identitas yang membanggakan di tengah kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *