Camat Pancoran, Iqbal Idham Ramid, yang hadir memantau jalannya acara, memberikan catatan penting mengenai profil Kalibata City. Sebagai salah satu superblok terpadat di Jakarta, Kalibata City memiliki 18 tower dengan total 13.500 unit yang dihuni oleh sekitar 50 ribu jiwa.
“Dengan populasi sebesar ini, perhatian khusus dari pemerintah daerah mutlak diperlukan. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi PPPSRS. Program-program berdampak langsung seperti ini harus terus digalakkan untuk menjaga kesejahteraan warga,” tutur Iqbal.
Dari sisi kebutuhan medis nasional, Ketua PMI Jakarta Selatan, H. Mundari, menjabarkan betapa krusialnya pasokan darah di ibu kota. Jakarta membutuhkan sedikitnya 1.000 kantong darah setiap harinya. Keterlibatan aktif komunitas seperti warga Kalibata City menjadi angin segar bagi kemanusiaan.
Mundari mengatakan, darah yang terkumpul hari ini langsung kami serahkan ke PMI DKI Jakarta untuk diolah di Unit Donor Darah (UDD) sebelum disalurkan ke fasilitas medis yang membutuhkan. Tindakan para pendonor hari ini adalah amalan luar biasa yang pahalanya mengalir tiada putus.
”Kami melihat antusiasme di berbagai tempat di Jakarta Selatan belakangan ini sangat melonjak tinggi, bahkan seringkali melampaui target awal logistik kami. Semangat gotong royong ini harus terus kita pelihara,” kata Mundari.
Merawat Rumah Allah dan Keutuhan Bangsa
Acara semakin khidmat saat Ketua DMI DKI Jakarta, KH. Ma’mun Al Ayyubi, memberikan tausiyah sekaligus menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada tiga perwakilan anak peserta khitanan massal. Ia menitipkan pesan mendalam kepada umat Islam di Kalibata City agar senantiasa merawat persatuan dan memakmurkan tempat ibadah.
“Marilah bersama-sama kita menjaga dan merawat rumah Allah yang ada di wilayah Kalibata City. Barang siapa yang menjaga dan merawat rumah Allah di muka bumi, maka dia termasuk dalam golongan tamu-tamu Allah,” ajak KH. Ma’mun hangat.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi yang kondusif di tengah pluralisme masyarakat.
“Kita harus bangga ketika bangsa dan negara kita maju. Sebaliknya, kita harus merasa terganggu apabila bangsa dan negara mengalami gangguan. Mari kita jaga keutuhan, kedamaian, dan kondusivitas bersama dari lingkungan terkecil kita di sini,” pungkasnya.
Rangkaian acara ditutup dengan senyuman lega dari para ibu yang selesai mengikuti pemeriksaan Pap Smear, tawa berani 60-an anak-anak peserta khitanan, serta sekitar 200 kantong darah yang terisi penuh oleh ketulusan warga Kalibata City.
Kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah padatnya kehidupan kota, nadi kemanusiaan dan kepedulian sosial di Kalibata City tetap berdenyut kencang.
#Kalibata City Residence
#Media Partners Kalibata City Residence










Tinggalkan Balasan