SuaraRepublik / Nias Barat- Di tengah berbagai keterbatasan sarana dan prasarana, SMA Negeri 2 Lolofitu Moi terus menunjukkan perkembangan positif pada awal Tahun Ajaran 2026/2027. Peningkatan disiplin guru dan siswa, serta proses kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berjalan baik menjadi bukti komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Kepala SMA Negeri 2 Lolofitu Moi, Usaha Gulo, S.Pd., saat dikonfirmasi pada 7 Juni 2026, menyampaikan bahwa pelaksanaan KBM berlangsung tertib dan kondusif. Menurutnya, semangat belajar peserta didik justru semakin meningkat meski kondisi fasilitas belum memadai. Bahkan, salah seorang siswa saat ini mewakili sekolah mengikuti Lomba Debat Indonesia (LDI) tingkat Provinsi Sumatera Utara pada bidang Bahasa Inggris.
Ia menjelaskan, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan prestasi. Karena itu, pihak sekolah berkomitmen memberikan pembinaan terbaik kepada siswa, sekaligus berharap adanya dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nias Selatan agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.

Adapun kebutuhan yang saat ini menjadi prioritas meliputi pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), rehabilitasi seluruh ruang belajar, penyediaan peralatan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), fasilitas laboratorium atau media pembelajaran Bahasa Inggris, serta pembangunan sanggar sebagai sarana pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik.
Selain itu, pihak sekolah menilai sejumlah fasilitas penunjang lainnya juga sangat mendesak untuk dipenuhi, yakni pembangunan rumah dinas guru, aula untuk kegiatan dan pertemuan, asrama siswa, penyediaan sarana sanitasi dan air bersih, kendaraan dinas operasional bagi guru, pembangunan pagar sekolah, serta pembangunan tembok penahan sepanjang kurang lebih 100 meter guna menunjang keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, Usaha Gulo mengungkapkan bahwa berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah, termasuk mengajukan proposal kebutuhan pembangunan dan pengadaan fasilitas kepada Cabang Dinas Pendidikan. Menurutnya, usulan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar agar peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang lebih layak dan mampu bersaing dengan sekolah lain. Selain itu, pihak sekolah juga telah menyampaikan proposal kepada Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara terkait dukungan anggaran untuk pengadaan peralatan dan pengembangan sanggar budaya. Namun hingga saat ini, usulan tersebut masih belum mendapatkan realisasi. Padahal, keberadaan sanggar budaya beserta fasilitas pendukungnya dinilai penting untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta melestarikan budaya lokal di kalangan peserta didik.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nias Selatan dapat memberikan perhatian serta dukungan terhadap kebutuhan SMA Negeri 2 Lolofitu Moi.







