Samarinda .Ijtihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Melakukan rapat dan kajian bulanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ukhuwah, meningkatkan kapasitas keilmuan, serta menyatukan visi para imam masjid dalam menjalankan peran keumatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat tgl 5 Juni 2026 di Villatamara Blok B Nomor 1, ( PT Murindo Multisarana ) dan dihadiri oleh para pengurus serta anggota IPIM.
Acara diawali dengan pembukaan yang disampaikan oleh :Agus Sopian, Lc.,M.Pdi. Pembacaan ayat suci Al-quran oleh Ustaz.Fadel S.Ag. yang kemudian dilanjutkan Sambutan / Arahan dari ketua Ipim DPW.Kaltim : Dr., dr.,H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes.,Mars.
Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan program organisasi melalui pertemuan rutin yang tidak hanya menjadi sarana koordinasi, tetapi juga wadah penguatan nilai-nilai keislaman dan persaudaraan antar imam masjid.
Agenda utama kegiatan kali ini adalah kajian dan tausiah yang disampaikan oleh Dr. H. Fuad Fansuri, Lc., M.Th.I. Dengan tema “Kunci Sukses dan Bahagia Menurut Al-Qur’an”, beliau mengajak peserta memahami konsep keberhasilan hidup berdasarkan perspektif Islam yang bersumber langsung dari Al-Qur’an.
Dalam paparannya, Dr. Fuad Fansuri yang lahir di Muara Badak dan menempuh pendidikan hingga ke Arab Saudi menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak menempatkan ukuran keberhasilan semata-mata pada capaian materi, jabatan, atau popularitas. Sebaliknya, Al-Qur’an memperkenalkan konsep “falah”, yaitu keberuntungan yang hakiki dan menyeluruh.
Menurut beliau, kata falah memiliki makna yang sangat dalam. Secara bahasa, istilah tersebut berkaitan dengan pekerjaan petani yang membuka dan mengolah lahan hingga menghasilkan manfaat. Oleh karena itu, keberuntungan dalam pandangan Islam tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui perjuangan, kerja keras, kesabaran, dan ketaatan kepada Allah SWT.
“Al-Qur’an tidak mengenal istilah sukses sebagaimana yang sering dipahami saat ini. Yang dikenal adalah falah, yaitu keberuntungan yang sesungguhnya,” jelasnya di hadapan peserta kajian.
Beliau juga menguraikan konsep kebahagiaan atau sa’adah dalam Islam. Kebahagiaan sejati, menurutnya, bukan sekadar kegembiraan sesaat, melainkan kondisi jiwa yang dipenuhi ketenteraman, kedamaian, kepuasan, dan kerelaan menerima ketentuan Allah SWT. Dengan demikian, seseorang dapat merasakan kebahagiaan yang berkelanjutan, baik dalam kehidupan dunia maupun sebagai bekal menuju akhirat.
Sebagai dasar pemahaman tersebut, Dr. Fuad mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu’minun yang diawali dengan ayat “Qad aflahal mu’minun” yang berarti, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.” Ayat ini menegaskan bahwa keberuntungan sejati berawal dari keimanan yang diwujudkan dalam amal saleh dan akhlak mulia.
Peserta mengikuti kajian dengan penuh perhatian dan antusias. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya semangat para imam masjid untuk terus memperdalam pemahaman agama dan mengimplementasikannya dalam pelayanan kepada umat.

Dalam rapat tersebut juga Ketua IPIM berharap kegiatan rapat dan kajian bulanan IPIM akan terus dilaksanakan secara bergilir di berbagai lokasi. Pola pelaksanaan yang berpindah-pindah ini diharapkan semakin mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota sekaligus memperluas jangkauan silaturahmi di lingkungan para imam masjid.
Selain itu, rapat turut membahas persiapan keikutsertaan IPIM dalam Konferensi Grand Imam Nasional yang direncanakan
berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta pada Agustus mendatang. Forum nasional tersebut diharapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat peran imam masjid dalam pembinaan umat dan pembangunan kehidupan keagamaan di Indonesia.
Melalui rapat dan kajian bulanan ini, IPIM menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah pemersatu para imam masjid, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.








