Scroll ke bawah untuk melanjutkan
banner 320x300
banner 325x300
banner 325x300
BeritaNasionalPemerintahPeristiwa

Aneh, Dadan Dicopot, Se – Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

×

Aneh, Dadan Dicopot, Se – Indonesia Seperti Merayakan Kemenangan

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Jakarta 3/6/26 – Dari tadi malam timeline bergemuruh. Media sosial riuh rendah seperti warga baru saja mendengar kabar Indonesia berhasil menjuarai Piala Dunia, mengalahkan Brasil 9-0 di final, lalu pulangnya dibagi sembako gratis. Semua bersorak. Semua bertepuk tangan. Semua seperti menemukan kembali semangat hidup yang sempat hilang ditelan harga kebutuhan pokok. Aneh, bukan. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Apa sih yang membuat netizen senang bangat? Penyebabnya bukan kemenangan Timnas. Bukan juga karena diskon e-commerce tanggal kembar.

Penyebabnya cuma satu, Dadan Hindayana dicopot Prabowo dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Aneh memang. Biasanya kalau pejabat tinggi dicopot, rakyat mendadak jadi penyair. Timeline penuh ucapan terima kasih, doa keselamatan, dan kalimat sakral, “Semoga sukses di tempat pengabdian berikutnya.” Bahkan yang selama ini mengkritik pun mendadak berubah jadi paduan suara penuh haru.

BACA JUGA:  Tim Pemandu Haji Meranti Siapkan 70 Pembadal untuk Bantu JCH Lansia, Resti, dan Sakit Saat Prosesi Lempar Jumrah

Tapi kali ini berbeda.

Netizen malah seperti fans PSG yang baru melihat tim kesayangannya juara UCL usai kalahkan Arsenal. Ada yang teriak “Finally, dibuang!” Ada yang bersyukur. Ada yang tertawa. Ada yang mungkin sampai traktir teman sekantor es teh jumbo.

Saya sampai bingung. Ini pejabat dicopot atau Indonesia baru menemukan cadangan minyak satu triliun barel?

Padahal mestinya sedih, dong.

Kan tidak setiap hari ada pejabat yang mampu melahirkan pernyataan-pernyataan legendaris yang membuat rakyat berhenti makan, lalu berpikir keras selama tiga hari tiga malam.

BACA JUGA:  Praktik Kartel Sawit di Pesisir Selatan, Relawan Prabowo Gibran : " Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia Harga Sawit "

Mulai dari teori kebutuhan MBG yang membuat sapi-sapi Nusantara mendadak waswas karena harus memotong sekitar 19 ribu ekor sapi per hari.

Lalu teori, protein belalang lebih tinggi dari sapi, yang membuat belalang mendadak naik kasta dari hama menjadi calon pahlawan nasional.

Kemudian muncul episode lele yang membuat ikan berkumis itu ikut terseret ke panggung politik nasional.

Jujur saja, tanpa Dadan, dunia per-gizian Indonesia mungkin akan terasa lebih sepi.

Namun rakyat rupanya punya pendapat lain. Mereka merasa cukup kenyang oleh rentetan kontroversi, blunder, dan pernyataan-pernyataan yang kadang lebih mengejutkan dari belum ditangkapnya Silpester.

BACA JUGA:  Fasilitas Publik Harus Dijaga Bersama, Bupati Majalengka Minta Perbaikan dan Pengawasan Alun-Alun Ditingkatkan

Maka ketika kabar pencopotan itu datang, suasana media sosial berubah menjadi pesta pora digital.

Di tengah gemuruh itulah, saya menyadari satu hal. Mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah republik, seekor sapi, sekumpulan belalang, dan beberapa ekor lele memiliki hubungan emosional yang begitu kuat dengan nasib seorang pejabat negara.

“Bang, kalau Om Dadan itu masuk partai, pasti aman.”

“Jangan senang dulu, wak. Biasanya, setelah dicopot akan dapat jabatan lebih tinggi lagi.” Ups. (Tim)

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar
#camanawak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *