Pekanbaru kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang diduga menampilkan aktivitas di tempat hiburan malam (THM) viral di Pekanbaru dan menyebar luas di berbagai platform media sosial. Video berdurasi sekitar 28 detik itu memantik perdebatan, emosi, serta beragam asumsi dari warganet yang mempertanyakan isi dan tujuan kegiatan dalam rekaman tersebut.
Rekaman video yang diunggah oleh akun TikTok @welia398 memperlihatkan sekelompok orang mengenakan kostum berwarna merah, berkumpul di sebuah ruangan tertutup yang diduga berada di dalam THM di Kota Pekanbaru. Suasana dalam video tampak riuh, penuh sorak, dan menimbulkan spekulasi liar terkait jenis acara yang sedang berlangsung.
Tak hanya satu video, akun yang sama juga mengunggah rekaman lanjutan yang memperlihatkan seseorang membawa sebuah piala. Adegan tersebut semakin menguatkan dugaan warganet bahwa ada perlombaan atau acara khusus yang digelar di lokasi tersebut. Dalam hitungan jam, video itu menyebar cepat, memicu komentar tajam, kritik, hingga kecaman dari sebagian masyarakat.
Ramai Diperbincangkan di Kota Bertuah
Di tengah derasnya arus opini publik, salah satu pihak yang disebut dalam unggahan akhirnya angkat bicara. Melalui akun media sosial @poppysalon, ia menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang. Dengan nada tegas namun emosional, ia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi tersebut semata-mata sebagai tamu undangan dalam acara ulang tahun seorang teman.
“Saya hanya menghadiri acara ulang tahun teman, murni sebagai tamu undangan,” ujarnya dalam video klarifikasi. Ia juga secara eksplisit membantah tudingan adanya aktivitas yang melanggar norma sosial maupun hukum.
Menurutnya, tidak ada unsur seks, narkoba, atau kegiatan ilegal lainnya sebagaimana yang dituduhkan warganet. Acara tersebut, kata dia, hanyalah perayaan ulang tahun sederhana yang dihadiri oleh kalangan terbatas.
Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat beredarnya video tersebut. Ia juga mengimbau warganet agar tidak memperkeruh suasana dengan asumsi yang belum tentu benar, terutama di era digital di mana potongan video singkat dapat memicu kesalahpahaman besar.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa fenomena viral di Pekanbaru kerap membawa dampak luas, baik bagi individu maupun citra kota. Publik diharapkan lebih bijak dalam menyikapi informasi, sementara klarifikasi menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan informasi di ruang digital.


