Scroll ke bawah untuk melanjutkan
banner 320x300
banner 325x300
banner 325x300
BeritaHukumKriminalPeristiwa

Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Brutal terhadap Adik Anggota TNI, Publik Desak Aparat Bertindak Tegas!

×

Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Brutal terhadap Adik Anggota TNI, Publik Desak Aparat Bertindak Tegas!

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Deli Serdang – Peristiwa dugaan penculikan dan penganiayaan berat yang menimpa Rahmadsyah (45), adik kandung seorang anggota TNI, kini menjadi sorotan publik.

Korban diduga diserang oleh sekelompok pemuda berjumlah sekitar 50 orang yang disebut-sebut merupakan suruhan seorang pria berinisial “GS”, yang mengatasnamakan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas).

Insiden tersebut terjadi di Jalan Jermal VII Ujung, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rahmadsyah saat itu berada di rumah kontrakannya ketika tiba-tiba didatangi dan diserang oleh puluhan orang. Korban kemudian diduga diculik, dibawa ke lokasi lain, dan mengalami penyiksaan berat menggunakan senjata tajam jenis kelewang hingga menderita luka bacok di sejumlah bagian tubuh dan kepala.

BACA JUGA:  Praktik Kartel Sawit di Pesisir Selatan, Relawan Prabowo Gibran : " Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia Harga Sawit "

Setelah mengalami penganiayaan, korban diduga dibuang begitu saja di depan RS Muhammadiyah Medan di Jalan Mandala By Pass dalam kondisi kritis.

Dari rekaman keterangan korban yang diterima awak media, Rahmadsyah menyebut beberapa nama yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

Korban juga mengaku mendengar para pelaku berulang kali menyebut bahwa tindakan itu merupakan perintah seseorang yang mereka panggil sebagai ketua.

“Yang bacok si ‘Is’ pakai kelewang, satu lagi yang gondrong agak tua, si Abah, si Ahak juga, ada 50 orang. Kemudian yang gondrong bilang, ‘mati kau, mati kau, ini perintah Guntur, ini perintah Ketua Guntur’,” ungkap korban dalam rekaman yang beredar.

BACA JUGA:  Pemkab dan Polres Kutim Sidak Bapokting Jelang Idul Adha, Harga Masih Stabil

Keterangan tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting yang diharapkan dapat didalami oleh aparat penegak hukum guna mengungkap aktor intelektual maupun pelaku lapangan dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, kakak korban, Serka Dede Andiruka, membenarkan bahwa adiknya menjadi korban penyerangan, penculikan, dan penyiksaan sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

“Kami sudah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan melalui kuasa hukum. Kami berharap kasus ini segera ditindaklanjuti secara profesional dan transparan,” tegas Dede saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).

Dede juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi adiknya yang sempat mengalami kesulitan mendapatkan penanganan medis lanjutan. Menurutnya, korban sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit namun belum memperoleh perawatan sebagaimana yang diharapkan keluarga.

BACA JUGA:  Warga Sampaikan Keluhan Sampah Hingga Kamtibmas di Jum'at Curhat Polsek Muara Bengkal

“Akhirnya kami membawa korban ke rumah keluarga untuk mendapatkan penanganan sementara. Kami berharap ada perhatian serius terhadap kondisi korban,” ujarnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan tindak pidana serius berupa pengeroyokan, penculikan, penganiayaan berat, hingga dugaan keterlibatan kelompok dalam jumlah besar.

Masyarakat mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat, serta menindak siapa pun yang terbukti bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Publik juga menilai bahwa apabila dugaan peristiwa ini benar terjadi, maka tindakan tersebut merupakan ancaman serius terhadap rasa aman masyarakat dan tidak boleh dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berkeadilan. (Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *