Suara Republik | Jakarta — Vihara Avalokitesvara Jetavana menggelar peringatan hari besar Buddha Pengobatan Bhaisajyaguru atau Yao Shi Fo dengan rangkaian doa, pembacaan sutra suci, serta persembahan puja. Kegiatan ini menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memanjatkan doa bagi kesehatan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh makhluk.

Ketua Harian Vihara Avalokitesvara Jetavana, Rangga, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan ungkapan rasa syukur umat atas berkah yang telah diterima. Dalam kesempatan itu, umat juga mempersembahkan berbagai sarana puja, mulai dari obat-obatan hingga makanan.

Menurut Rangga, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan bagi umat yang hadir, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia dan dunia agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kehidupan yang damai.

“Kami berdoa agar kondisi dunia, khususnya Indonesia, kembali stabil. Perekonomian bisa berjalan dengan baik, usaha masyarakat semakin lancar, dan kondisi cuaca serta alam juga kembali normal,” ujar Rangga.

Ia menyoroti kondisi cuaca panas dan dampak fenomena El Niño yang menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diharapkan segera membaik sehingga hujan kembali turun, tanaman dapat tumbuh subur, dan masyarakat yang mengalami kesulitan air bisa kembali memperoleh pasokan air bersih.

Bahkan, menurut Rangga, dampak kekeringan turut dirasakan di lingkungan vihara. Sumber air sumur yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari mulai mengalami kesulitan untuk disedot.

“Harapan kami, hujan segera datang, tanaman tumbuh subur, dan daerah-daerah yang mengalami kekeringan kembali mendapatkan air. Semoga semua makhluk hidup di Indonesia maupun di seluruh dunia diberikan kesejahteraan, kesehatan, keselamatan, dan kedamaian,” katanya.

Rangkaian kegiatan berlangsung sekitar tiga jam. Acara diawali dengan pembacaan sutra suci Bhaisajyaguru, dilanjutkan persembahan Amisha Puja sebagai bagian dari tradisi peribadatan umat Buddha. Kegiatan kemudian diisi dengan sesi berbagi Dharma atau ceramah keagamaan, sebelum ditutup dengan ramah tamah bersama umat.

Rangga menjelaskan, kegiatan tersebut juga melibatkan Perkumpulan Pemuda Tri Dharma. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan aktivitas vihara sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Menurut dia, kehadiran generasi muda menjadi hal penting agar kegiatan vihara terus berjalan dan nilai-nilai ajaran Buddha dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Meski jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak, kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Terlebih, pada hari yang sama sejumlah vihara juga menggelar kegiatan keagamaan lainnya, termasuk perayaan Kathina.

Melalui peringatan Bhaisajyaguru ini, Vihara Avalokitesvara Jetavana berharap doa dan praktik kebajikan yang dilakukan umat dapat membawa manfaat lebih luas, tidak hanya bagi lingkungan vihara, tetapi juga bagi masyarakat dan seluruh makhluk hidup.

Rangga menegaskan, harapan utama dari kegiatan tersebut adalah terciptanya kehidupan yang lebih baik, perekonomian yang kembali bergerak, serta kondisi alam yang lebih bersahabat sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan sehat, aman, dan sejahtera.