Ia mengutip salah satu prinsip dalam ajaran Buddha, yakni mengajak seseorang untuk mempelajari dan membuktikan sendiri suatu ajaran sebelum menerimanya. Menurutnya, nilai tersebut mengajarkan sikap terbuka, tidak memaksakan keyakinan, serta menghormati pilihan orang lain.
“Sebagai umat Buddha, kita harus menghormati agama-agama lain, menghargai cara mereka beribadah, serta menghormati kegiatan keagamaan yang dijalankan. Tidak boleh memaksakan kehendak atau keyakinan kepada orang lain,” katanya.
Ia menambahkan, pada dasarnya setiap agama mengajarkan kebaikan dan mengarahkan umatnya untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan sesama. Karena itu, kerukunan perlu dibangun melalui sikap saling menghormati dan menjalankan ajaran agama dengan benar.
Melalui perayaan Sanghadana Kathina 2570 TB, Yohendy berharap kehidupan Dhamma dapat terus lestari, semakin banyak masyarakat mengenal nilai-nilai kebajikan, dan praktik toleransi semakin berkembang di tengah keberagaman bangsa.
“Harapan kami, kerukunan antarumat beragama di Indonesia tetap terjaga. Setiap umat dapat menjalankan agamanya dengan baik tanpa merugikan orang lain, sehingga masyarakat hidup tenang dan damai, serta Indonesia semakin maju dan berkembang,” tuturnya.
#Dhammavihari Buddhist Studies
#Media Partners Dhammavihari Buddhist Studies

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.