Beritarepublikviral//Padang, – Aula VVIP Bandara Internasional Minangkabau seolah‑olah membuka pelukannya lebar‑lebar pada Kamis, 5 November 2026. Dinding‑dinding ruangan menyimpan gema kebanggaan, lantai yang dipijak seakan menyapa dengan jiwa adat yang tak pernah padam, saat Putra Minangkabau Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H., yang menjabat Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, tiba dan menerima penyambutan penuh makna dari pimpinan daerah serta tokoh‑tokoh adat Sumatera Barat.

Bukan sekadar upacara kedatangan biasa yang berjalan kaku dan formal. Penyambutan ini adalah nyanyian hati Ranah Minang untuk salah satu putranya yang telah dipercaya memikul amanah besar di jajaran pimpinan TNI Angkatan Laut. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah hadir secara langsung, didampingi Komandan Kodaeral II, Wakil Walikota Padang Maigus Nasir dan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumbar, Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati serta didampingi Arfa Kasni, MS, SP, MMP, C.Med Dt. Tumangguang, beserta jajaran pejabat utama Kodaeral II. Semua berkumpul menyambut dengan semangat kekeluargaan yang murni.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan: “Kita merasa bangga, karena Laksamana Madya TNI Edwin adalah putra Ranah Minang yang telah dipercaya memikul amanah untuk menjaga lautan negeri. Semangat yang dibawanya adalah semangat Minangkabau: berani bertanggung jawab, beriman, dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Kami berharap beliau terus menjadi teladan bagi generasi muda Sumatera Barat agar berani melangkah ke barisan terdepan membela tanah air.”

Selanjutnya Ketua Umum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati menegaskan: “Bagi kami ninik mamak, keberhasilan putra daerah ini adalah bukti bahwa nilai ‘manjago, mamakai, malestarikan’ benar‑benar hidup. Deta dan selempang yang kita berikan hari ini bukan sekadar hiasan, melainkan amanah adat: ingatlah asal‑usulmu, bawa nama Ranah Minang dengan lurus, dan jadikan iman serta adat sebagai kompas di samudra tugas yang luas.”

Prosesi dimulai ketika Gubernur Sumatera Barat mengalungkan selempang serta memasang deta kepada Laksamana Madya TNI Edwin. Deta itu seakan berbisik: “Kami bangga atas perjuanganmu di lautan tugas yang luas.” Kemudian tari persembahan khas Minangkabau bergerak lembut namun tegas — setiap gerakannya adalah ungkapan keramahan, penghormatan, serta warisan budaya yang terus hidup di jantung Ranah Minang.

Suasana ramah tamah yang menutup rangkaian acara itu terasa hangat bagai api surau di malam hari. Di sana terlihat bahwa jasa yang dibangun di atas samudra tugas tidak luput dari perhatian tanah kelahiran. Tanah Minangkabau tetap mengingat putra‑putranya yang berjuang menjaga kedaulatan bangsa di lautan yang bergolak.

Rangkaian penyambutan ini pun menjadi pesan bagi generasi muda: bahwa perjuangan bisa berlangsung di mana saja — baik di daratan Ranah Minang maupun di samudra luas yang menjadi benteng pertahanan bangsa. Semangat itu terus mengalir, bak sungai Batang Arau yang tak pernah berhenti bergerak menuju samudra.(Tb Mhd Arief Hendrawan)