Suararepublik.com Simalungun – Meningkatnya intensitas hujan disertai angin kencang di wilayah Kabupaten Simalungun mendorong Polres Simalungun Polda Sumatera Utara mengeluarkan imbauan cuaca ekstrem kepada masyarakat. Imbauan itu disebarkan bersamaan dengan stiker dan selebaran nomor darurat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
Hal tersebut disampaikan Kabag Ops Polres Simalungun AKP Tukkar Lungun Simamora, SH, MH., saat dikonfirmasi pada Sabtu (10/10/2026) sekira pukul 18.36 WIB.
Menurut AKP Tukkar, imbauan ini merupakan bentuk nyata Polri untuk masyarakat. Polres Simalungun, ujarnya, ingin hadir lebih dulu sebelum bencana terjadi, bukan hanya saat musibah datang.
“Ini bentuk nyata Polri untuk masyarakat. Polres Simalungun Polda Sumatera Utara berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat, dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Melindungi, Mengayomi, dan Melayani,” ujar AKP Tukkar.
AKP Tukkar menjelaskan, hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan keselamatan lainnya. Karena itu, Polres Simalungun mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.
“Cuaca ekstrem bisa datang kapan saja. Karena itu, kami mengimbau masyarakat lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan sejak dini,” ungkapnya.
Ada enam poin imbauan yang disampaikan Polres Simalungun kepada masyarakat.
Pertama, masyarakat diminta memantau informasi cuaca dari sumber resmi, yakni BMKG dan pemerintah daerah. Kedua, warga diminta mewaspadai potensi bencana dengan menghindari wilayah rawan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Ketiga, masyarakat diimbau mengamankan lingkungan rumah. Atap, saluran air, serta pohon atau benda yang berpotensi tumbang perlu diperiksa agar tidak membahayakan penghuni maupun orang di sekitarnya.
Keempat, pengguna jalan raya diminta berhati-hati dengan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mewaspadai jalan licin dan genangan air. Kelima, saat terjadi petir dan angin kencang, warga diminta menghindari area terbuka dan menjauhi pohon besar maupun tiang listrik.
Keenam, masyarakat diminta mengutamakan keselamatan keluarga dengan menyiapkan perlengkapan darurat serta menjaga anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Keselamatan keluarga adalah yang utama. Siapkan perlengkapan darurat sejak sekarang, dan pastikan anak-anak serta lansia mendapat perhatian lebih saat cuaca memburuk,” tutur AKP Tukkar.
Selain imbauan cuaca ekstrem, Polres Simalungun juga melakukan amplifikasi informasi nomor penting tanggap darurat. Stiker dan selebaran disebarkan dengan memuat Call Center Polri 110, Pemadam Kebakaran 113, BNPB 117, Ambulans 119, dan PLN 123.
Materi tersebut dipasang di tempat umum dan fasilitas pelayanan publik, termasuk kawasan Pariwisata Super Prioritas Danau Toba, khususnya Kota Wisata Parapat. Personel Sat Pamobvit Pariwisata mendatangi titik-titik kumpul wisatawan, seperti Ruang Terbuka Pantai Bebas Parapat, Pelabuhan Atsari, dan Pesanggrahan Bung Karno.
Stiker juga ditempel di SPBU, minimarket, perbankan, warung makan, kapal motor yang beroperasi, serta hotel, losmen, dan tempat penginapan di Parapat.
“Wisatawan dan warga harus tahu ke mana meminta pertolongan. Nomor darurat ini kami tempatkan di titik-titik yang mudah dilihat,” kata AKP Tukkar.
AKP Tukkar menegaskan, masyarakat dapat langsung menghubungi layanan darurat Polri di nomor 110 untuk melaporkan kejadian darurat di wilayah masing-masing.
“Jangan ragu menghubungi 110 jika terjadi keadaan darurat. Personel Polres Simalungun siap membantu masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Polres Simalungun berharap kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana semakin meningkat. Dengan semangat “Bersama Kita Waspada”, Polri mengajak seluruh warga menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan. (Tim)










Tinggalkan Balasan