Suararepublik.com ~ Badung || Tahun 2027 Badung selatan harus bebas dari krisis air bersih. Atasi Krisis Air bersih, dengan langkah optimalisasi penyediaan air bersih, pengadaan teknologi Desalinasi, perkuatan infrastruktur & management.
Rencana tambahan penyertaan modal daerah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 150 Miliar kepada Perumda Air Minum Tirta Mangutama (PDAM Badung) saya dukung penuh.
Karena sejauh ini badung selatan ibarat ayam mati di lumbung padi, pertumbuhan pariwisata tinggi tapi kebutuhan dasar air bersih belum terpenuhi.
Penyertaan modal ini secara garis besar dipergunakan untuk mengatasi krisis air bersih dan mengoptimalkan sistem penyediaan air bersih, khususnya di wilayah Badung Selatan Berdasarkan keputusan rapat pleno DPRD Kabupaten Badung pada Oktober 2026, alokasi dana tersebut secara rinci dipergunakan untuk:Mengejar Target Suplai Air : 2.000 Liter per Detik: Dana ini ditambahkan karena usulan awal sebesar Rp73 miliar dinilai hanya mampu mensuplai 1.500 liter per detik. Tambahan menjadi Rp150 miliar ini didorong agar PDAM mampu memenuhi kebutuhan riil wilayah selatan Badung yang mencapai 2.000 liter per detik.
Anggaran tsb akan diarahkan pada :Prioritas Distribusi Air dari Tukad Mati: Anggaran akan diprioritaskan untuk membiayai infrastruktur dan pengembangan jaringan distribusi air bersih yang bersumber dari Tukad Mati ke area-area kritis.
Fokus Pelayanan pada Wilayah Krisis air : Distribusi difokuskan untuk memperkuat pasokan air di daerah Badung Selatan yang selama ini sering mengalami kendala aliran tersendat, khususnya wilayah Ungasan, Pecatu, hingga Jimbaran.
Pendorong Inovasi Sumber Air Baku: Selain mengoptimalkan jalur yang ada, dana penyertaan modal ini diarahkan agar PDAM melakukan inovasi jangka panjang, termasuk melakukan kajian teknis untuk mengolah air laut menjadi air baku (desalinasi) guna mengimbangi pesatnya pembangunan akomodasi wisata dan permukiman.Mengatasi Persoalan Air di Tiga Wilayah Utama:
Fokus distribusi dari penguatan modal ini diprioritaskan untuk mengalirkan air secara optimal ke wilayah yang sering mengalami kendala suplai, yaitu Ungasan, Pecatu, dan Jimbaran.
Penguatan Infrastruktur Distribusi dari Tukad Mati: Dana diprioritaskan untuk mendukung infrastruktur penyaluran dan kelancaran distribusi air yang bersumber dari Tukad Mati ke wilayah terdampak krisis.
Peningkatan Kinerja Pelayanan dan Infrastruktur: Memperkuat produktivitas, efektivitas, serta efisiensi sistem penyediaan air minum (SPAM) secara menyeluruh di Kabupaten Badung.
Peningkatan Kinerja Perusahaan dan PAD: Investasi jangka panjang ini ditujukan untuk mendongkrak produktivitas serta efisiensi pelayanan Perumda Tirta Mangutama, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung.
Inovasi dan Studi Pengolahan Air Alternatif (Desalinasi Air Laut): Selain infrastruktur pipa konvensional, saya mendorong PDAM Tirta Mangutama menggunakan modal ini untuk mulai mengkaji dan melakukan inovasi teknologi, termasuk potensi mengolah air laut (desalinasi) menjadi air baku siap konsumsi demi menjaga keberlanjutan sumber air di masa depan, seperti yg sudah ada di Gili Terawangan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.