Pagi Rabu, 28 Oktober β hari yang juga diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda β dimulai dengan langkah ringan namun penuh semangat: lari pagi dan lintas alam melintasi jalur hijau Tahura Bung Hatta. Tubuh bergerak segar, pikiran jernih, dan hati semakin bersyukur atas anugerah tanah air yang indah ini.
Langkah kemudian berlanjut ke Upacara Penutupan Pendidikan Dasar (Tutup Diksar) Resimen Mahasiswa β momen sakral di mana para calon kader resmi menyandang kebanggaan baru mereka. Tepat pukul 11.00 WIB, upacara peringatan HUT ke-46 IARMI dimulai. Seragam PDH IARMI rapi, Baret Ungu terpasang gagah di kepala setiap peserta. Bukan sekadar kain dan warna, itu adalah mahkota kehormatan yang lahir dari keringat, latihan, dan pengorbanan.
Saat puncak tiba, pekik khas menggema membelah udara:
βDirgahayu IARMI! Jaya Resimen Mahasiswa! Salam Pengabdian!β
Suara itu bukan sekadar teriakan β itu adalah janji kepada bangsa dan negara.
ποΈ Makna Mendalam: IARMI Lahir di Hati Sumpah Pemuda
Ada keindahan istimewa yang menyelimuti perayaan ini. Tanggal 28 Oktober bukan sekadar hari lahir IARMI β ia adalah Hari Sumpah Pemuda. Sebuah pertemuan sejarah yang tak kebetulan, melainkan takdir yang memberi arah dan makna.
Dicatat dalam lembaran sejarah: IARMI lahir dari semangat perjuangan mahasiswa yang tak ingin melihat kemerdekaan terabaikan. Setelah melalui perjalanan panjang konsolidasi, IARMI resmi dideklarasikan di Yogyakarta pada 28 Oktober 1980 β persis pada hari di mana para pemuda Indonesia berikrar menjadi satu: satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.
βMomen ini mengingatkan kita kembali pada hakikat keberadaan IARMI: persatuan. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri sendiri. Berlandaskan Pancasila, berpegang pada Sumpah Pemuda, dan mencintai NKRI sepenuh hati. IARMI harus terus hadir sebagai kekuatan moral yang menjaga pendidikan bela negara, menolong sesama, sigap saat bencana datang, dan membina generasi muda agar bangsa ini tetap berdiri tegak,β demikian tertulis dalam pesan bersejarah DPP IARMI Sumbar.
Motto Widya Castrena Dharma Siddha β Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan β kembali diingatkan sebagai kompas perjuangan. DPP IARMI Sumbar juga mengajak seluruh daerah di Sumatera Barat untuk ikut menyalakan semangat yang sama di tempat masing-masing.
46 tahun bukanlah garis akhir, melainkan jalan yang makin panjang dan makin terang di hadapan mereka. Selama masih ada satu Baret Ungu yang berdiri tegak, selama itu pula pengabdian tidak akan pernah berhenti.
Salam Pengabdian! Jaya Selalu Resimen Mahasiswa! π£β
(Reporter:Tb Mhd Arief Hendrawan)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.