Beritarepublikviral//PADANG, β Narkotika adalah musuh yang tak pernah mengetuk pintu dengan sopan. Ia menyelinap diam-diam saat pintu hati sedikit terbuka lengah, membisikkan janji manis yang ternyata racun mematikan, lalu perlahan namun pasti menggerogoti masa depan bangsa dari dalam. Hari ini, di Kecamatan Kuranji, sebuah jawaban tegas berdiri tegak: “Kita tidak akan membiarkannya merenggut satu pun anak kemenakan kita.”
Bertempat di Kantor Camat Kuranji, Kota Padang, tepat pukul 13.00 WIB – Rabu, 28 Oktober 2026 , Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. Aturan ini bukan sekadar tinta di atas kertas β ia berdiri sebagai benteng hukum sekaligus pedoman hidup bersama, menegakkan pagar nagari agar tawuran, balap liar, dan yang paling utama β peredaran serta penyalahgunaan narkotika β tidak menemukan celah lagi di bumi Minangkabau.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dan diberi sambutan hangat oleh Camat Kuranji, Rozaldi Rosman, S.S.T.P., M.Si., yang menyambut langkah ini sebagai embrio perubahan nyata yang mulai tumbuh di tanah Kuranji.
π‘ Ketika Rumah Gadang Tak Hanya Diam, Tetapi Berbicara dan Berjaga
Adat di tanah Minang bukan sekadar ukiran yang terpasang cantik di dinding Rumah Gadang. Ia adalah napas kehidupan yang berdenyut di setiap jengkal tanah pusaka. Dan hari ini, napas itu berdetak lebih kuat, berirama dalam satu tekad yang sama.
Sosialisasi ini memanggil pulang seluruh kekuatan masyarakat Nagari Kuranji untuk berdiri bersama: Ninik Mamak yang menjaga marwah adat, pemuka agama yang menyalakan pelita keimanan, Bundo Kanduang yang menjadi jantung kasih di setiap rumah, tokoh masyarakat, para Dubalang Nagari yang memegang teguh keamanan kampung, serta 16 perwakilan pelajar SMP atau +_ 48 Pelajar dan Guru BK se-Kecamatan Kuranji β mereka adalah wajah masa depan, alasan utama mengapa kita tak boleh menyerah.
βNarkotika tidak bisa dikalahkan oleh satu tangan saja. Ia hanya akan tumbang ketika seluruh warga nagari saling menggenggam erat,β begitu pesan yang menggema, menyatu dengan haru dan tekad di ruang pertemuan itu.
Bundo Kanduang diajak menjadi mata dan hati di setiap rumah β mendeteksi perubahan kecil pada anak sebelum terlambat. Tokoh agama menjadi pelita yang menerangi jalan anak kemenakan agar tidak tersesat dalam kegelapan dunia maya dan pergaulan bebas. Ninik Mamak memegang teguh kehormatan nagari agar tak ternoda barang haram. Dan para Dubalang Nagari β sang penjaga gerbang β kini berdiri di setiap celah yang mungkin dimasuki bahaya. Semua memiliki peran. Semua memikul tanggung jawab. Tidak ada yang boleh berkata: βitu bukan urusan saya.β
π£οΈ Tiga Pemimpin, Satu Suara yang Menyatu
Tiga tokoh kunci hadir membentangkan kebenaran, menegaskan bahwa menjaga nagari adalah tugas kita semua:
Prof. Dr. H. Fauzi Bahar Dt. Sati, M.Si., Ketua LKAAM Sumatera Barat, menegaskan: menjaga kemurnian adat berarti juga menjauhkan generasi muda dari segala hal yang merusak akhlak dan masa depan. Beliau meletakkan empat pilar kokoh yang menjadi pondasi gerakan ini:









Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.