Beritarepublikviral//PADANG, โ Ruang rapat LKAAM Sumatera Barat di Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 17, Alai Parak Kopi, hari ini Sabtu, 31 Oktober 2026 tak sekadar menjadi saksi pertemuan rapat pengurus harian.
Enam belas tangan tergenggam erat, enam belas hati berdetak dalam satu irama yang sama: menjaga pusaka luhur di tengah deru perkotaan yang tak pernah berhenti melangkah. Enam belas orang pemangku adat hadir, mewakili semangat kebersamaan dari ujung hingga ke jantung Kota Padang.
๐ฟ Visi yang Tak Pernah Pudar: Adat di Tengah Kota
Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Kota Padang dikukuhkan bukan sebagai peninggalan masa lalu yang tersimpan rapi di lemari sejarah. Ia hidup, berdenyut, dan menjawab panggilan zaman. Visi besarnya menyatu dengan jiwa pembangunan daerah:
โMewujudkan masyarakat Kota Padang yang berbudaya, maju, dan bermartabat dengan berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,โujar Irwan Basir.
โAdat menjadi benteng ketahanan jiwa warga kota โ agar di tengah gemerlap modernisasi, kita tak kehilangan arah pulang,โtuturnya.
๐ Empat Misi, Satu Tekad
LKAAM Kota Padang memikul amanah empat pilar utama:
โ ๐ฑ Melestarikan keaslian adat istiadat agar tak terkikis arus zaman
โ ๐พ Mewariskan nilai luhur kepada anak kemenakan, agar tambo tak berakhir di generasi ini
โ ๐ค Memperkokoh persatuan dari kelurahan, kecamatan, hingga nagari
โ ๐๏ธ Membangun kemitraan sejajar dengan Pemerintah Kota Padang โ pembangunan berjalan, budaya tak tertinggal
โ๏ธ Lima Wajah Pengabdian LKAAM Kota Padang
Peran lembaga ini menyentuh setiap sudut kehidupan masyarakat:
๐น Penjaga Adat (Panguba Adat) โ Memastikan falsafah ABS-SBK tetap menjadi kompas kehidupan sehari-hari
๐น Pembina Lembaga Adat โ Menguatkan langkah LKAAM Kecamatan dan Kerapatan Adat Nagari (KAN) agar berdiri tegak
๐น Penyelesai Sengketa โ Menjadi tempat pulang bagi perselisihan sako dan pusako yang tak kunjung damai, diselesaikan dengan kehangatan kekeluargaan sebelum menyentuh pintu pengadilan
๐น Benteng Generasi Muda โ Menjaga anak kemenakan dari arus yang merusak, memperkuat fondasi keluarga agar tak mudah runtuh
๐น Mitra Pembangunan โ Bersama Tungku Tigo Sajarangan dan pemerintah, memastikan pembangunan tak menabrak nilai kemanusiaan dan budaya
๐ Kepengurusan Baru, Semangat yang Lebih Segar
Berdasarkan hasil Musyawarah Daerah (Musda IX) 23/10, struktur kepengurusan LKAAM Kota Padang masa bakti 2026โ2031 resmi berdiri dengan susunan:
โ ๐ Pucuak Undang (Pembina Utama): Wali Kota Padang, Fadly Amran
โ ๐ค Ketua Umum: Irwan Basir, S.H., M.M., Datuak Rajo Alam
โ ๐ Ketua Harian: Ery Iswandi Dt. Peto Muhammad
โ ๐ฟ Wakil Ketua I: Yol Kaharudin Dt. Sati Nan Balapiah, didukung 12 Wakil Ketua lainnya
Kepengurusan ini dirancang merangkul keterwakilan dari 11 LKAAM Kecamatan dan seluruh KAN se-Kota Padang. Tidak ada nagari yang terasing, tidak ada suara yang tak didengar. Semua bersatu dalam satu rumah adat yang luas.
๐ Program Unggulan โSinergi Nagariโ: Saat Kota Menghampiri Nagari
Bersama Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran, LKAAM Kota Padang mengembangkan program yang menghidupkan suasana bernagari di tengah hiruk-pikuk kota modern:
๐ Payung Hukum yang Melindungi
Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2026 resmi berdiri menjadi payung kekuatan bagi lembaga adat. Peran Ninik Mamak, Bundo Kanduang, dan tokoh kini diakui negara, didukung anggaran, dan dimuliakan di ruang kebijakan publik.
๐ฅ Tungku Tigo Sajarangan Menyala Kembali
Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai kini duduk bersama menyusun arah pembangunan kota. Kebijakan tak lagi dibuat tanpa mendengarkan hati masyarakat.
๐ Adat Bukan Hanya di Cerita
Festival Alek Nagari menghidupkan kembali Marandang, Malamang, dan Batagak Gala di mata generasi muda. Anak kemenakan belajar mencintai identitasnya sebelum dunia luar menawari mereka identitas yang asing.
๐ฐ Budaya yang Memberi Nafas Ekonomi
Pariwisata berbasis nagari tumbuh, UMKM lokal berkembang, dan warisan leluhur bukan sekadar kenangan โ ia menjadi sumber kehidupan yang layak dijalani.
๐ Langkah Konkret ke Depan: Menyentuh Langsung ke Akar Rumput
Ketua LKAAM Kota Padang, Irwan Basir Dt. Rajo Alam, menegaskan lima agenda prioritas terdekat:
1๏ธโฃ Jembatan Antar Nagari
LKAAM Kota Padang menjadi rumah terbuka yang menghubungkan antar-KAN. Tak ada nagari yang terpisah, namun juga tak ada yang merasa diintervensi. Setiap nagari tetap berdaulat di rumahnya sendiri.
2๏ธโฃ Menyelesaikan Perselisihan dengan Hati
Sidang keliling di tingkat kecamatan akan mendamaikan sengketa sako dan pusako. Prinsipnya: โKusuik manyalasai, karuah mampajaniahโ โ luka diobati, bukan diperlebar. Perselisihan diselesaikan di tengah keluarga sebelum melangkah ke pengadilan.
3๏ธโฃ Dubalang Suku: Anak Kemenakan Menjadi Penjaga
Barisan Dubalang Suku akan dibentuk di kelurahan dan kecamatan. Anak kemenakan laki-laki usia produktif diberi peran mulia: menjaga lingkungan dari narkoba, judi, tawuran, dan maksiat. Mereka bukan masalah โ mereka adalah solusi.
4๏ธโฃ Keadilan yang Memulihkan, Bukan Menghukum
Bersama penegak hukum, perkara ringan yang melibatkan anak kemenakan diselesaikan terlebih dahulu melalui musyawarah adat. Tujuannya: pemulihan akhlak, bukan sekadar catatan pidana.
5๏ธโฃ Anggaran untuk Bernyawa
Setiap LKAAM Kecamatan dan KAN akan mendapatkan dukungan anggaran yang layak โ agar sidang adat berjalan, sosialisasi tak terhenti, dan kegiatan pemuda tak terhenti karena dana.
Enam belas orang Pengurus Harian yang hadir antara lain :
Irwan Basir, SH, MM., Datuak Rajo Alam (Ketua LKAAM kota Padang), Ery Iswandi, Dt. Peto Muhammad (Ketua Harian), Helfin Rajo Sampono (Sekretaris), Sarbaini Dt. Rajo Alam (Bendahara), Drs. H. Yol Kaharuddin Dt. Sati Nan Balapiah, Rustam R. Malin Sutan, Kol. (Purn). Drs. Fahmi Bahar, Pendeka Rajo Basa (Wakil Ketua), Musda Firman, S.Si, Dt. Rajo Diguci, M. Nazif Malin Basa, S.Ag, MM, Erman Dt. Rajo Ibrahim, Dr. Desmon Roza Sp.OK.Bagindo Batuah, Anton Yose Hari, SH Malin Sati, Ihsanul Rizki Malin Bungsu, Risyandi,SH. Malin Bandaro, Edward Mias, SE, A(k)t, Dt. Rajo Nando (Wakil Bendahara), dan Yusrizal Syukur, Dt. Rajo Jambi (Wakil Bendahara) sebagai
pemangku adat yang hadir hari ini bukan sekadar nama dalam daftar kehadiran.
Mereka adalah akar yang menjaga pohon besar Minangkabau tetap tegak meski angin zaman bertiup kencang. Pengurus LKAAM Kota Padang di bawah kepemimpinan Irwan Basir Dt. Rajo Alam berjanji:
โAdat tidak akan terasing di kotanya sendiri. Nagari akan tetap bernyawa di tengah gedung-gedung tinggi. Dan anak kemenakan, di mana pun mereka berada, akan selalu tahu jalan pulang ke rumah adatnya.โ
Semoga langkah mulia ini membawa berkah bagi seluruh Kota Padang dan Ranah Minang tercinta. (Tb Mhd Arief Hendrawan)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.