Suara Republik.Com
Balikpapan, 4 September 2026
Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan oleh Satgas Edukasi Karhutla bersama jajaran Polri, TNI, serta unsur masyarakat. Dalam beberapa hari terakhir, kegiatan penyuluhan, sosialisasi, dan edukasi dilaksanakan di berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Derawan dan Sambaliung di Kabupaten Berau hingga Kecamatan Muara Lawa di Kabupaten Kutai Barat
Di Kecamatan Derawan, Satgas melaksanakan pembagian dan sosialisasi Maklumat Kapolda Kaltim tentang Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan, serta penyuluhan langsung kepada masyarakat petani. Sementara itu, di Kecamatan Sambaliung, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi penanganan Karhutla, sosialisasi maklumat, dan pembagian masker kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang rentan terdampak asap.
Tidak hanya di Berau, kegiatan serupa juga digelar di Kantor Koramil Muara Lawa, Kutai Barat, dengan melibatkan siswa Sespima, SIP Lemdiklat Mabes Polri, serta siswa Sesko TNI. Penyuluhan ini menekankan dampak Karhutla yang luas, mulai dari kesehatan (ISPA, asma, iritasi mata), lingkungan (kerusakan hutan, satwa mati, tanah gambut terbakar), ekonomi (penerbangan terganggu, sekolah diliburkan, panen gagal), hingga dampak global berupa penyebaran asap lintas negara ke Malaysia dan Singapura.
Masyarakat yang hadir menyambut baik kegiatan ini, menyampaikan apresiasi atas imbauan, edukasi, dan bantuan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, tertib, dan bebas dari kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim KBP Dr. Tedy Sopandi menegaskan komitmen Polri dalam mendorong kesadaran masyarakat:
“Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Polri bersama TNI tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk mendampingi masyarakat dengan edukasi dan himbauan yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan setiap warga memahami bahwa menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Dengan sinergi aparat dan masyarakat, kita bisa mewujudkan Kalimantan Timur yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Dr. Tedy Sopandi.
Dengan rangkaian kegiatan ini, Satgas Edukasi Karhutla menunjukkan konsistensi dalam membangun kesadaran kolektif. Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan sehingga Kalimantan Timur dapat terhindar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan yang merugikan.







