SuaraRepublik.com || DAIRI, SUMATERA UTARA — Proyek Optimasi Lahan Nonrawa di kawasan Irigasi Ganda Sumurung, Desa Pegagan Julu Tellu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, menjadi sorotan masyarakat.

Warga menilai pekerjaan proyek tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang seharusnya. Kekhawatiran terutama muncul terhadap kualitas konstruksi, termasuk cara penyusunan material yang dinilai berpotensi memengaruhi ketahanan bangunan irigasi.

Sorotan masyarakat tersebut disampaikan pada Jumat (11/09/2026).

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan benar-benar sesuai dengan spesifikasi, volume, serta standar teknis yang telah ditetapkan.

Warga Pertanyakan Kualitas Pekerjaan

Sejumlah warga di sekitar lokasi kepada awak media menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap hasil pekerjaan.

Menurut warga, terdapat bagian pekerjaan yang dinilai dikerjakan secara kurang maksimal atau terkesan “asal jadi”.

Keraguan tersebut terutama terlihat dari cara penyusunan batu bata/material pada bagian konstruksi irigasi yang menurut warga perlu diperiksa lebih lanjut oleh pihak yang memiliki kewenangan teknis.

Warga khawatir apabila kualitas pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, konstruksi tersebut akan lebih cepat mengalami kerusakan bahkan berpotensi roboh.

Namun, penilaian mengenai apakah pekerjaan tersebut benar-benar tidak memenuhi spesifikasi tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis di lapangan.

Proyek Bersumber dari APBN 2026

Berdasarkan informasi pada papan proyek, kegiatan tersebut merupakan Optimasi Lahan Nonrawa yang dilaksanakan melalui Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan.

Proyek tersebut tercantum memiliki panjang sekitar 294,9 meter dengan nilai anggaran sekitar Rp253 juta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.

Dengan adanya penggunaan anggaran negara tersebut, masyarakat menilai kualitas pekerjaan menjadi hal yang penting untuk diawasi.

Masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan yang selesai secara administratif, tetapi juga mengharapkan hasil pekerjaan yang kuat, sesuai spesifikasi, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi petani.

Dinas Pertanian Dairi Janji Turun ke Lapangan

Menanggapi sorotan masyarakat, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DPKPP Dairi, Suwandi Tumangger, menjelaskan bahwa pejabat pembuat komitmen atau PPK kegiatan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian, sementara pihaknya melakukan monitoring.

Suwandi mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik kegiatan.

“Terkait proyek dugaan asal-asalan tersebut kami akan segera turun ke masing-masing titik kegiatan untuk melakukan pengecekan,” tegas Suwandi Tumangger.

Menurutnya, monitoring diperlukan untuk memastikan pekerjaan di lapangan sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang ditetapkan.

Jika Tidak Sesuai Spesifikasi, Diminta Diperbaiki

Suwandi juga menegaskan bahwa apabila hasil monitoring menemukan adanya kekurangan dalam kualitas pekerjaan, maka pihak kelompok tani akan diminta melakukan pembongkaran dan perbaikan sesuai spesifikasi.

“Bilamana dalam proses monitoring nanti ditemukan kekurangan dalam kualitas pekerjaan, maka pihak kelompok tani akan diminta untuk membongkar dan memperbaiki kembali sesuai dengan spesifikasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi langkah penting untuk menjawab keresahan masyarakat.