banner 325x300
banner 325x300
BeritaDaerahLingkunganPemerintahPeristiwaViral

Air Sumur Berbusa, Parit Berbau : Warga Desak Perbaikan Total Pengelolaan Limbah Dapur SPPG Yayang Rang Minang Asli Tembung V

×

Air Sumur Berbusa, Parit Berbau : Warga Desak Perbaikan Total Pengelolaan Limbah Dapur SPPG Yayang Rang Minang Asli Tembung V

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Percut Sei Tuan 25/9/26 — Warga Gang Wijaya Kesuma, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang diduga bersumber dari aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan tersebut. SPPG yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional itu dikelola oleh Yayasan Rang Minang Asli Tembung V.

Menurut keterangan sejumlah warga, limbah cair dari aktivitas dapur SPPG selama ini dialirkan tanpa melalui proses pengolahan yang memadai.

Akibatnya, beberapa sumur milik warga di sekitar lokasi dilaporkan tercemar — ditandai dengan munculnya busa dan bau tidak sedap pada air yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA:  Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah Perangkat Desa Pelemwatu Kec Menganti Kab Gresik 

Salah satu warga yang tinggal bersebelahan langsung dengan dapur SPPG, Johanes Budi Santoso, mengaku sudah merasakan dampaknya sejak beberapa waktu terakhir. “Sumur di rumah saya airnya sudah tidak bisa dipakai lagi, berbusa dan baunya menyengat. Kami sudah lama menahan, tapi kondisinya tidak kunjung membaik,” ujarnya saat ditemui di kediamannya.

Johanes menambahkan, aroma tidak sedap dari saluran parit di sekitar rumahnya juga semakin mengganggu aktivitas sehari-hari keluarganya. Ia berharap pihak yayasan segera turun tangan menangani persoalan ini sebelum berdampak lebih luas terhadap kesehatan warga sekitar.

BACA JUGA:  Hari Ketujuh Belas Penanganan Gempa NTT, TNI Salurkan 1.032,921 Ton Bantuan

Tak hanya sumber air bersih, saluran parit di permukiman warga juga disebut berubah warna menjadi keruh dan berminyak, disertai aroma menyengat yang mengganggu kenyamanan lingkungan.

Warga menyebut kondisi ini sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir tanpa penanganan berarti dari pihak pengelola.
Tiga Tuntutan Warga
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Yayasan Rang Minang Asli selaku pengelola SPPG untuk segera:
Memperbaiki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur agar sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan sekitar;
Memulihkan sumber air bersih warga yang terdampak, termasuk melakukan pemeriksaan kualitas air secara berkala;
Mengevaluasi manajemen internal, khususnya terkait kesejahteraan para relawan yang bertugas di dapur SPPG.

BACA JUGA:  Keluarga Korban Pencurian yang Jadi Tersangka dan DPO Polrestabes Medan Karena Nangkap Maling Atas Perintah Polisi Temui Wapres Gibran Saat Kunjungan di Tanah Karo

Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, baik pihak Yayasan Rang Minang Asli maupun Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan dan tuntutan warga tersebut.

Warga berharap persoalan ini mendapat perhatian serius mengingat dampaknya menyentuh langsung kesehatan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat setempat. (Tim)

#LimbahSPPG #KabarLingkungan #BadanGiziNasional #PencemaranAir #KawalGiziNasional

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *