banner 325x300
banner 325x300
AgamaBeritaDaerah

🌏🤝DUA TANGAN BERPELUK: MUI SUMBAR DAN KPID SUMBAR BERSATU MENJAGA PINTU DUNIA DIGITAL

×

🌏🤝DUA TANGAN BERPELUK: MUI SUMBAR DAN KPID SUMBAR BERSATU MENJAGA PINTU DUNIA DIGITAL

Sebarkan artikel ini

BeritaRepublikViral // PADANG — Dunia maya bagai samudera yang tak bertepi: di dalamnya tersimpan mutiara yang berkilau, namun tak jarang pula tersembunyi karang tajam dan arus yang mengancam. Di tengah gelombang informasi yang berpacu tanpa henti, dua kekuatan besar kini bersalaman erat: Majelis Ulama Indonesia Sumatera Barat dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumbar, berjanji berdiri bahu-membahu menjaga ruang digital tetap jernih dan diberkahi.

Pada Rabu, 9 September 2026, di ruang audiensi yang penuh kehangatan, para ulama dan para pengawas penyiaran duduk melingkar bagai satu keluarga. Ketua Umum MUI Sumbar, Buya Zulkarnaini, bersama Sekretaris Umum MUI Sumbar, Ki Jal Atri Tanjung, dan pimpinan MUI Sumbar lainnya, menyambut hangat jajaran KPID Sumbar yang dipimpin Ketua Yusrin Trinanda beserta seluruh anggotanya. Pertemuan ini bukan sekadar diskusi antarlembaga—ia adalah ikrar hati untuk melindungi anak bangsa.

DAMPAK YANG MENGHANTAM, PERISAI YANG HARUS DIKUKUHKAN

Suara Ki Jal Atri Tanjung bergema lantang namun lembut, menyentuh nurani setiap yang hadir:
“Daya rusak konten negatif di media sosial sangat besar. Ini yang harus kita bendung.”

BACA JUGA:  Warga Resah Melapor, Satresnarkoba Polres Bitung Bongkar Peredaran Trihexyphenidyl, 397 Butir Disita

Ia berbicara tentang luka yang tak selalu terlihat mata—namun merasuk ke dalam jiwa. Konten yang menyebar bagai kabut tebal, menutup cahaya kebenaran, menggelisahkan hati, dan menyesatkan langkah generasi muda. Kita tidak bisa diam membiarkan arus kerusakan menghanyutkan warisan mulia kita. Pintu keburukan tidak boleh dibiarkan terbuka lebar; harus ada tangan-tangan kokoh yang bersatu menutupnya demi masa depan yang suci.

🤝GUGUS TUGAS: BUKAN PENGUASA, TAPI PELINDUNG BERSAMA

Ketua KPID Sumbar, Yusrin Trinanda, memaparkan wujud persatuan itu: sebuah Gugus Tugas Pengawasan Media Sosial yang akan bekerja bagai mata yang waspada, telinga yang peka, dan tangan yang sigap. Mekanismenya teratur dan jernih—dari pemantauan yang teliti, verifikasi yang jujur, hingga tindak lanjut yang tegas namun bijaksana. Jika ditemukan konten yang melanggar hukum, ia akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk diproses sebagaimana mestinya. Tidak ada main mata, tidak ada pilih kasih.

Namun yang paling indah dari rencana ini adalah semangat kebersamaan yang terpatri. Wakil Ketua KPID Sumbar, Jimmy Syahputra Ginting, menegaskan hal yang paling hakiki:

BACA JUGA:  Unitreskrim Polsek Sunda Kelapa Polres Tanjung Priok, Tangkap Buruh Yang Edarkan Sabu di Muara Baru

“Fondasinya tentu arahan dari tokoh ulama.”

Sementara Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumbar, Riki Chandra, menambahkan:

“Kekuatan bersama dalam monitoring dan evaluasi konten media sosial.”

Dan Oldsan Bayu Pradipta, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Radio, meyakinkan semua pihak:

“KPID tidak mengambil alih kewenangan lembaga lain, tetapi membangun ruang kolaborasi.”

Bukan untuk saling menindih, tetapi untuk saling menguatkan. Bukan untuk berebut tampuk, tetapi bersama memegang kemudi agar kapal tetap di jalurnya.

🌅ULAMA: PELITA DI TENGAH GELAPNYA DUNIA DIGITAL

Buya Zulkarnaini menyambut gagasan ini dengan senyum yang melegakan. Ia sadar betul: media sosial kini bukan lagi sekadar alat—ia adalah ruang kehidupan baru, tempat anak-anak kita menghabiskan waktu, tempat nilai-nilai terbentuk, tempat pandangan dunia terukir. Ketika konten yang tidak mendidik bertebaran tanpa kendali, maka masa depan generasi kita sedang dipertaruhkan.

Peran MUI dalam gugus tugas ini bukan sebagai penegak hukum, melainkan sebagai penjaga hati dan nurani. Memberikan edukasi yang menyejukkan, pandangan agama yang mencerahkan, dan bimbingan yang menuntun ke jalan yang lurus. Sebagaimana firman Tuhan menjadi cahaya bagi langkah, begitu pula arahan ulama menjadi pelita bagi ruang digital kita.

BACA JUGA:  Gelar Ops Pekat Dini Hari, Satreskrim Polres Padang Lawas Razia Cafe Tanjung Baringin dan Menyita Puluhan Botol Miras

💚SEMAKIN BANYAK TANGAN ORANG YANG BERIMAN KEPADA ALLAH SWT, SEMAKIN KOKOH BENTENGNYA

Komisioner KPID Sumbar bersama Jajaran Pengurus MUI Sumbar dalam audiensi (dok. BRV Sumbar)
Gugus tugas ini dirancang bukan sebagai rumah yang tertutup, melainkan lapangan luas tempat semua pemangku kepentingan berkumpul. Pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, Diskominfo, MUI, lembaga adat, KNPI, konten kreator, akademisi, dan KPID Sumbar—semua akan berjalan beriringan.

Sebelumnya, gagasan ini telah disepakati bersama Polda Sumbar dan KNPI Sumbar. Kini, barisan semakin panjang, hati semakin menyatu, tekad semakin membara.

Kita membendung bukan untuk menutup jalan, melainkan untuk menjernihkan aliran. Kita mengawasi bukan untuk membatasi kebebasan, melainkan untuk melindungi kebebasan itu sendiri dari disalahgunakan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Semoga persatuan ini menjadi benteng yang tak tergoyahkan di Ranah Minang. Semoga media sosial kita menjadi taman yang berbunga, bukan ladang yang beronak. Semoga setiap jari yang menyentuh layar, setiap konten yang terunggah, menjadi amal yang mengalir, bukan beban yang menghimpit di akhirat kelak.(Laporan: Tb Mhd Arief Hendrawan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *