Suararepublik.com Besuki – Ini Kisah Mantri Tanah dan Pengairaan dan Ayahnya AF Tinggal di Pendopo Besuki.
Sejarah itu Masih Ada Di Mesium Belanda Amsterdams, Sejarah Kolonial Belanda Dibesuki,
Kisah Residen Besuki, dalam sejarah Besuki dikenal Residen Besuki, dibawahnya Para Bupati memimpin, Diantaranya Bupati Panarukan, Bupati Bondowoso dan Bupati Situbondo.
Sumber Mesium di Amsterdam, yang dikenal Matri Polisi dan Mantri Tanah dan Pengairaan.
Untuk Mantri Pengairaan Kusman, masih ada namanya di Mesium Belanda, kisah Kolonial Holandia di Besuki , tapi di Indonesia , nama Kusman Sudah dihilangkan.
Siapa Mantri Kusman itu, Dia adalah Kakeknya R.Mas MH Agus Rg Astrodiarjo SH,(AF) Pengacara sekaligus Ketum Fast Respon Se Indonesia , biasa disapa Agus Flores.
Mantri Kusman adalah Anak Dari R.Astrodiarjo Mojokerto (Mojopahit Cucu Brawijaya V) dan Rr.Moor.
Mantri Kusman, karena tidak memiliki Anak, diangkatlah anak dari Adik kandungnya RR.Herlina pernikahan dengan R.Sunyoto Hadinoto,, lahirlah putra bernama R.Kusnandar.
R.Kusndar masa kecil diangkat jadi Anak Mantri Kusman, sehingga dari kecil hingga dewasa dia tau persis Pondopo Besuki Tersebut, karena Sempat tinggal di Pendopo Besuki, sampai kamarmyapun diketahuinya kamarnya di ke kedua.
Kenapa Kusnandar tau, Karena sering Ayah angkatnya Mantri Kusman, memberi gaji Pegawainya di Pondopo itu.
Rumah Pendopo itu , Zaman Residen , Sudah ditinggalin Mantri Kusman, sebelum dibubarkan Residen , sstelah itu ditinggalin Bupati.
Taman bermain Ayahnya Agus Flores (AF) di lapangan yang sekalang Jadi Alun alun.
Maka wajar bertahan Anaknya Kusnandar yakni Agus Flores , mau buat Acara Doa dan Shalawatan di lapangan Alun alun Besuki, Karena mengingat Tempat Bermain ayahnya masa kecil,
DALAM SEJARAH
Tahun 1919: Dalam catatan kepegawaian kolonial, tercatat tokoh lokal yang diangkat resmi sebagai Mantri Polisi di Besuki pada 21 Juni 1919.
Asal-usul Istilah: Kata “mantri” sendiri merupakan serapan dari bahasa Jawa Kuno/Sansekerta yang awalnya merujuk pada pangkat atau juru/ahli dalam birokrasi tradisional (seperti mantri ukur, mantri tanam atau pengairan), yang kemudian diadopsi oleh pemerintah kolonial Belanda untuk berbagai jabatan petugas lapangan, termasuk kepolisian dan kesehatan.
Residen Besuki memiki, wilayah daerah tingkat II Kabupaten Panarukan (dengan pusat pemerintahan dan ibu kota yang secara administratif bergeser ke wilayah Situbondo/Panarukan),
Perubahan Nama: Kabupaten Panarukan secara resmi diubah namanya menjadi Kabupaten Situbondo berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1972 pada masa kepemimpinan Bupati Achmad Tahir.Posisi Besuki: Meskipun pada masa kolonial Belanda Besuki sempat menjadi pusat Keresidenan Besuki, pada era kemerdekaan dan pemilu tahun 1955 wilayah ini berstatus sebagai kewedanan/kecamatan di bawah pemerintah kabupaten wilayah setempat. (Tim)
*Literatur* : _Buku Sejarah Kolonial Holandia Besuki Di Mesium Amsterdam_







