SR.com||BANYUASIN – Berawal dari Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Enggar Pratama Hanafiah kini mampu menunjukkan kiprahnya di panggung musik dangdut Sumatera Selatan.(9/8/26)
Pria kelahiran Desa Petaling, 21 September 1993, tersebut merupakan anak sulung dari empat bersaudara, putra dari Nazar dan Ibu Ayu. Sejak kecil, Enggar Pratama Hanafiah tumbuh di lingkungan pedesaan dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

Sang ayah, Nazar, yang berprofesi sebagai jurnalis, turut berperan dalam membimbing dan mengembangkan bakat musik Enggar. Sementara sang ibu, Ibu Ayu, senantiasa memberikan dukungan dalam perjalanan pendidikan maupun karier putranya.
Bakat musik Enggar mulai terlihat sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan bimbingan langsung dari sang ayah, ia mulai mempelajari permainan keyboard dan organ tunggal.

Latihan yang dilakukan secara tekun membuat kemampuan musiknya terus berkembang.
Dari tampil di berbagai kegiatan di kampung halaman, Enggar kemudian memperluas kiprahnya hingga dikenal sebagai salah satu talenta musik dangdut asal Sumatera Selatan.
Saat ini, Enggar Pratama Hanafiah juga kerap tampil dalam berbagai acara hiburan dan program televisi, di antaranya Goda Dangdut dan Dangdut Keliling yang tayang di TVRI.
Perjalanan Enggar menjadi bukti bahwa anak yang tumbuh dari desa memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi. Ketekunan, kerja keras, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan yang mengantarkannya ke panggung hiburan yang lebih luas.
Keberhasilan tersebut tentunya menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, Nazar dan Ibu Ayu, serta masyarakat Desa Petaling, Kecamatan Banyuasin III, dan Kabupaten Banyuasin.
Kisah Enggar Pratama Hanafiah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah untuk terus mengasah kemampuan, berani bermimpi, dan tidak menyerah dalam mengejar cita-cita.(djat)







