SuaraRepublik.com / Nias Barat – Pemerintah Desa (Pemdes) Hilimbuasi menggelar pelatihan dan penyuluhan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat Desa Hilimbuasi Tahun Anggaran 2026. Bertempat Aula Santo Benekditus Hilimbuasi. Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kapasitas, serta peran perempuan dalam keluarga dan pembangunan desa. Hari Jum’at, 07 /08/2026

Pj. Kepala Desa Hilimbuasi, Bezisokhi Zai, S.Ag., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang didukung melalui Alokasi Dana Desa ( ADD ) Tahun 2026. Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan penyelenggaraan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat desa serta kebijakan fokus penggunaan Dana Desa Tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, kita berharap kaum perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat berperan aktif dalam pembangunan desa. Dana Desa ( ADD ) yang dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat kita manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas masyarakat, khususnya kaum perempuan, ujar Bezisokhi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari penyuluhan hukum dan hak-hak perempuan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Menurutnya, pemahaman yang telah diperoleh perlu dilanjutkan dengan kegiatan yang mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan perempuan secara nyata.

Pada kegiatan sebelumnya, kita telah memberikan penyuluhan mengenai hukum dan hak-hak perempuan. Hari ini merupakan bagian dari tindak lanjut agar pemahaman tersebut tidak berhenti pada materi, tetapi dilanjutkan melalui peningkatan kapasitas dan pemberdayaan kaum perempuan, katanya.
Pj. Kepala Desa berharap kegiatan pemberdayaan tersebut dapat memberikan manfaat berkelanjutan, termasuk mendorong perempuan semakin memahami hak dan tanggung jawabnya serta berperan aktif dalam keluarga, lingkungan sosial dan pembangunan desa. Hal itu sejalan dengan semangat pemberdayaan masyarakat dalam penggunaan Dana Desa Tahun 2026.
Sementara itu, Ketua BPD Hilimbuasi, Suryanto Zai, S.Pd., menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan harus memberikan manfaat nyata dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, peningkatan kapasitas perempuan merupakan bagian penting dalam memperkuat keluarga, kemandirian ekonomi dan pembangunan desa.
Keberhasilan pelatihan bukan hanya dilihat dari selesainya kegiatan, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya keterampilan, lahirnya usaha produktif, dan semakin aktifnya perempuan dalam pembangunan desa, tegas Suryanto.
Setelah mengikuti penyuluhan, para peserta kemudian mengikuti praktik memasak sebagai bagian dari penerapan keterampilan secara langsung. Kegiatan praktik tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan menjadi kegiatan produktif di tingkat keluarga maupun masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua dan anggota BPD Hilimbuasi, Plt. Sekretaris Desa, Ketua PKK Desa Hilimbuasi, narasumber dari Penyuluh KB Kecamatan Lolofitu Moi, LPM, serta para peserta. Pemdes Hilimbuasi berharap rangkaian pemberdayaan ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas perempuan dan kemajuan Desa Hilimbuasi. Narasumber dari puskesmas Rawat Inap lolofitu Moi, NIBENIA LASE, S. Gz dan penyuluh KB Lolofitu Moi, Estetika Lombu,







