banner 325x300
banner 325x300
Gema Kemerdekaan di Atas Papan Catur: Relawan RT 03 Wijaya Kusuma Gelar ‘Catur Relawan Cup 2026’ JAKARTA BARAT – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Jalan Swadaya 6, RT 03/RW 06, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para relawan setempat memilih cara unik untuk merayakan: bertanding catur. Ajang bertajuk “Catur Relawan Cup 2026” ini bukan sekadar kompetisi strategi di atas papan hitam-putih. Lebih dari itu, turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (11–13 Agustus 2026), menjadi simbol perekat sosial di tingkat akar rumput. Diinisiasi oleh Pos Pantau Keamanan dan Relawan RT 03, turnamen ini sukses menyedot perhatian warga. Suara bidak yang digeser dan langkah kuda yang melompat terdengar bersahut-sahutan, menandai ketegangan setiap babak penyisihan hingga final. Lebih Dari Sekadar Menang-Kalah Ketua Relawan RT 03, Jumhani, menekankan bahwa esensi kegiatan ini terletak pada nilai kebersamaan. Baginya, catur adalah media strategis untuk mengasah kekompakan tim relawan yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antarrelawan,” ujar Jumhani di sela-sela pertandingan. “Selain berkompetisi, yang paling penting adalah kebersamaan dan semangat menyambut HUT Kemerdekaan RI.” Suasana di lokasi dipenuhi semangat sportivitas tinggi. Para peserta, yang merupakan warga lokal dan anggota relawan, tampak fokus memeras otak, mencari celah strategi jitu untuk menjatuhkan lawan. Sorak-sorai penonton sesekali pecah ketika terjadi blunder atau langkah brilian dari para pemain. Ipang Taklukkan Lawan, Raih Juara I Setelah melalui persaingan sengit selama tiga hari, empat nama akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang utama. Ipang tampil paling dominan dan konsisten, berhasil menggondol gelar Juara I. Disusul oleh Sujoni yang harus puas berada di posisi Juara II, serta Encep yang mengamankan tempat ketiga sebagai Juara III. Sementara itu, Eman berhasil menembus empat besar dan meraih gelar Juara IV. Keberhasilan turnamen ini membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berupa upacara besar atau pawai. Kegiatan sederhana di tingkat lingkungan ternyata memiliki daya magis dalam menjaga semangat gotong royong. Jumhani berharap, tradisi positif ini dapat terus dilestarikan. “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin meriah. Yang terpenting, kebersamaan dan kekompakan relawan tetap terjaga,” pungkasnya. Dengan berakhirnya Catur Relawan Cup 2026, semangat kemerdekaan di RT 03 Wijaya Kusuma kian membara, siap menyambut usia ke-81 Indonesia dengan hati yang bersatu dan pikiran yang strategis
Kapolres Sibolga Sertijabkan 4 PJU
Kapolres Sibolga Hadiri ACF TBC, Dukung Upaya Deteksi Dini Penyakit
Satresnarkoba Polres Binjai Ungkap Peredaran Catrige Pod Mengandung Etomidate, Dua Pelaku Diamankan
BeritaDaerahHukumKriminalPeristiwaTNI/POLRIViral

Mayor Laut Faisal Mulia Diduga Sebagai Pengedar Sabu

×

Mayor Laut Faisal Mulia Diduga Sebagai Pengedar Sabu

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Medan — Institusi Militer semestinya menjadi simbol disiplin, kehormatan, dan ketegasan dalam pemberantasan narkotika. Namun, dalam persidangan di Pengadilan Militer Tinggi I Medan, muncul dugaan keterlibatan seorang perwira TNI Angkatan Laut dalam perkara peredaran sabu.
Dalam sidang pembacaan dakwaan pada Senin, 10 Agustus 2026, Mayor Laut Faisal Mulia didakwa terkait peredaran sabu dengan total berat sekitar 9,83 gram.

Perkara ini menjadi perhatian karena dugaan modus pengiriman yang digunakan. Dugaan Pengiriman Sabu Melalui Pesawat Militer
Jaksa menguraikan bahwa sabu tersebut dibagi ke dalam 14 paket. Sebanyak 12 paket diduga disimpan di dalam kotak sepatu PDL TNI AL.

Kotak tersebut kemudian disebut dititipkan kepada co – pilot pesawat CN – 235 nomor lambung P-8305, yang melayani rute Tanjungpinang – Jakarta, untuk selanjutnya diteruskan ke Madiun, Jawa Timur.

BACA JUGA:  Bukti Setoran Diduga Hasil Penjualan " Pod Getar " Bocor, Residivis di Mangkubumi Kian Tersudut

Apabila uraian dakwaan tersebut dapat dibuktikan di persidangan, maka perkara ini tidak hanya menyangkut peredaran narkotika semata.
Hal ini juga menimbulkan pertanyaan penting terkait:

Bagaimana narkotika dapat melewati jalur yang berkaitan dengan fasilitas atau transportasi militer?
Selain itu, perlu ditelusuri lebih lanjut:

Pihak – pihak mana saja yang mengetahui, membantu, atau terlibat dalam proses pengiriman tersebut?

Seluruh hal tersebut akan menjadi bagian dari pembuktian di persidangan.
Dugaan Keterkaitan Pihak Lain
Dalam persidangan juga terungkap keterangan mengenai Kapten Laut (S) Made Surya, yang disebut mengaku telah tiga kali membeli sabu dari terdakwa.

BACA JUGA:  Pemerhati Hukum Dukung Polri Tuntaskan Tiga Kasus Korupsi Besar, Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum

Apabila keterangan tersebut terbukti dan memiliki kekuatan hukum, hal ini dapat menjadi bagian penting dalam mengurai dugaan jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Penanganan perkara narkotika pada prinsipnya tidak hanya berfokus pada pelaku yang membawa barang, tetapi juga pada keseluruhan rantai peredarannya.

Hal ini mencakup pemasok, pembeli, kurir, penerima, serta pihak lain yang mungkin terlibat atau mengetahui aktivitas tersebut.
Penggunaan Kotak Sepatu PDL dalam Dugaan Modus Pengiriman.

Salah satu aspek yang menjadi sorotan dalam dakwaan adalah penggunaan kotak sepatu PDL TNI AL sebagai wadah dalam dugaan pengiriman sabu.

BACA JUGA:  Polri Kerahkan 372 Taruna Akpol Dampingi Siswa di 73 Sekolah Rakyat Bersama Taruna Akademi TNI

Penggunaan atribut militer dalam konteks perkara narkotika ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat simbol tersebut melekat pada nilai disiplin dan kehormatan institusi.
Namun demikian, seluruh uraian tersebut masih merupakan dakwaan jaksa dan harus dibuktikan melalui proses persidangan. Status bersalah atau tidaknya terdakwa sepenuhnya berada pada kewenangan majelis hakim berdasarkan alat bukti yang sah.

Proses Persidangan dan Penegakan Hukum
Perkara ini menjadi ujian penting, tidak hanya bagi terdakwa, tetapi juga bagi komitmen penegakan hukum terhadap pemberantasan narkotika di lingkungan militer.

Apabila terbukti, penegakan hukum harus dilakukan tanpa mempertimbangkan pangkat, jabatan, maupun latar belakang institusi. (Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gema Kemerdekaan di Atas Papan Catur: Relawan RT 03 Wijaya Kusuma Gelar ‘Catur Relawan Cup 2026’ JAKARTA BARAT – Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Jalan Swadaya 6, RT 03/RW 06, Kelurahan Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Di tengah hiruk-pikuk persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, para relawan setempat memilih cara unik untuk merayakan: bertanding catur. Ajang bertajuk “Catur Relawan Cup 2026” ini bukan sekadar kompetisi strategi di atas papan hitam-putih. Lebih dari itu, turnamen yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis (11–13 Agustus 2026), menjadi simbol perekat sosial di tingkat akar rumput. Diinisiasi oleh Pos Pantau Keamanan dan Relawan RT 03, turnamen ini sukses menyedot perhatian warga. Suara bidak yang digeser dan langkah kuda yang melompat terdengar bersahut-sahutan, menandai ketegangan setiap babak penyisihan hingga final. Lebih Dari Sekadar Menang-Kalah Ketua Relawan RT 03, Jumhani, menekankan bahwa esensi kegiatan ini terletak pada nilai kebersamaan. Baginya, catur adalah media strategis untuk mengasah kekompakan tim relawan yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan lingkungan. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menjalin silaturahmi dan meningkatkan kekompakan antarrelawan,” ujar Jumhani di sela-sela pertandingan. “Selain berkompetisi, yang paling penting adalah kebersamaan dan semangat menyambut HUT Kemerdekaan RI.” Suasana di lokasi dipenuhi semangat sportivitas tinggi. Para peserta, yang merupakan warga lokal dan anggota relawan, tampak fokus memeras otak, mencari celah strategi jitu untuk menjatuhkan lawan. Sorak-sorai penonton sesekali pecah ketika terjadi blunder atau langkah brilian dari para pemain. Ipang Taklukkan Lawan, Raih Juara I Setelah melalui persaingan sengit selama tiga hari, empat nama akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang utama. Ipang tampil paling dominan dan konsisten, berhasil menggondol gelar Juara I. Disusul oleh Sujoni yang harus puas berada di posisi Juara II, serta Encep yang mengamankan tempat ketiga sebagai Juara III. Sementara itu, Eman berhasil menembus empat besar dan meraih gelar Juara IV. Keberhasilan turnamen ini membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berupa upacara besar atau pawai. Kegiatan sederhana di tingkat lingkungan ternyata memiliki daya magis dalam menjaga semangat gotong royong. Jumhani berharap, tradisi positif ini dapat terus dilestarikan. “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin meriah. Yang terpenting, kebersamaan dan kekompakan relawan tetap terjaga,” pungkasnya. Dengan berakhirnya Catur Relawan Cup 2026, semangat kemerdekaan di RT 03 Wijaya Kusuma kian membara, siap menyambut usia ke-81 Indonesia dengan hati yang bersatu dan pikiran yang strategis
Berita

Gema Kemerdekaan di Atas Papan Catur: Relawan RT…