SR.COM||PASURUAN KOTA – Sikap tertutup terhadap awak media kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah jurnalis dari Surabaya mengaku mendapat perlakuan yang dinilai kurang kooperatif saat hendak melakukan kunjungan sekaligus konfirmasi kepada pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pasuruan Kota.(10/8/26)
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedatangan para jurnalis tersebut diduga tidak mendapatkan sambutan sebagaimana mestinya. Bahkan, pihak yang disebut sebagai Kalapas Pasuruan Kota diduga menolak kedatangan awak media secara mentah-mentah.
Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui bagian Humas. Namun, pesan yang telah dikirimkan melalui aplikasi percakapan disebut tidak mendapatkan respons hingga waktu yang ditentukan. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya terkait keterbukaan informasi di lingkungan Lapas Pasuruan Kota.
Padahal, pers merupakan salah satu unsur penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Setiap persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik maupun penyelenggaraan pemerintahan semestinya dapat dikomunikasikan secara terbuka, profesional, dan proporsional.
Sikap diam tanpa memberikan penjelasan juga berpotensi menimbulkan persepsi publik. Terlebih, konfirmasi dari wartawan pada dasarnya merupakan bagian dari proses jurnalistik untuk memperoleh informasi yang berimbang sebelum sebuah pemberitaan diterbitkan.
Para jurnalis berharap pihak Lapas Pasuruan Kota dapat memberikan penjelasan terkait alasan penolakan tersebut. Termasuk apakah terdapat kebijakan khusus yang mengatur mekanisme penerimaan wartawan maupun proses konfirmasi kepada pimpinan dan pejabat terkait.
Hingga berita ini disusun, pihak Lapas Pasuruan Kota, termasuk bagian Humas, belum memberikan keterangan resmi mengenai persoalan tersebut.(bersambung)







