banner 325x300
banner 325x300
BeritaDaerahHukumKriminalPeristiwaTNI/POLRIViral

Jaringan Seluler Mati dan Lampu Padam Saat Aksi 1.000 Lilin Winda Gowasa Lorenza, Presiden Prabowo Diminta Bertindak Tegas

×

Jaringan Seluler Mati dan Lampu Padam Saat Aksi 1.000 Lilin Winda Gowasa Lorenza, Presiden Prabowo Diminta Bertindak Tegas

Sebarkan artikel ini

Suararepublik.com Medan — Aksi doa dan penyalaan 1.000 lilin untuk mengenang Winda Lorenza Goasa digelar keluarga di kawasan Lapangan Merdeka, Kota Medan, Jumat (28/8/2026) malam.

Aksi tersebut menjadi bentuk penghormatan dan doa bagi Winda sekaligus penyampaian aspirasi keluarga yang meminta agar perkara kematian Winda diusut secara transparan dan menyeluruh.

Dalam aksi yang diikuti sekitar 30 orang tersebut, keluarga membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan tuntutan keadilan. Salah satunya bertuliskan “Justice For Winda. Aksi Damai Bersama, Kawal Kasus Kematian Winda Lorenza Gowasa”.

Di tengah rangkaian aksi, keluarga juga menyalakan lilin dan meletakkan foto Winda yang dikelilingi cahaya lilin sebagai simbol duka, penghormatan, serta harapan agar kebenaran mengenai kematian Winda dapat terungkap.
Kuasa hukum keluarga, Utreck Ricardo Siringoringo, mengatakan terdapat tiga tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Pertama, keluarga meminta dilakukan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah Winda. Keluarga juga menyatakan siap menghadirkan dokter pembanding untuk membantu menganalisis hasil pemeriksaan apabila ekshumasi dan autopsi ulang dilakukan.
“Kita minta dilakukan secepatnya ekshumasi atau autopsi ulang. Nanti perwakilan dari kita ada dokter pembanding yang bisa menganalisis,” ujar Utreck.

BACA JUGA:  WNA Asal China Diduga Langgar Aturan Keimigrasian, Tinggal Tak Sesuai Visa dan Tidak Melapor, Warga Bukit Lama Resah

Kedua, keluarga meminta agar laporan yang saat ini ditangani Polrestabes Medan ditarik ke Polda Sumatera Utara. Ketiga, keluarga meminta proses penanganan perkara dilakukan secara transparan sehingga informasi perkembangan kasus dapat diketahui secara jelas.

Menurut Utreck, pihak keluarga sebelumnya telah memperoleh informasi terkait hasil rapat dengar pendapat yang mendorong keterbukaan informasi. Namun, keluarga mengaku masih mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut.

Soroti Lampu Padam dan Jaringan Seluler

Selain menyampaikan tuntutan terkait perkara Winda, keluarga juga menyoroti kondisi saat aksi berlangsung. Mereka mengaku lampu penerangan di sekitar lokasi aksi tiba-tiba padam sekitar pukul 19.30 WIB.

Utreck menyebut kondisi tersebut menjadi pertanyaan bagi keluarga dan peserta aksi karena penerangan di sekitar lokasi dinilai biasanya berfungsi.

“Bisa tiba-tiba lampu yang berada di tikungan ini padam. Tidak tahu sebabnya. Kita sama-sama orang Medan, tiap hari lewat Lapangan Merdeka tidak pernah padam lampunya. Kenapa malam ini lampunya padam?” kata Utreck.

BACA JUGA:  Tatap Muka Danrem 172/PWY Bersama Tokoh Agama, Adat dan Masyarakat Keerom

Menurutnya, pihak keluarga juga telah mencoba mengonfirmasi persoalan tersebut kepada sejumlah pihak yang disebut berkaitan dengan Dinas Perhubungan. Namun, hingga kegiatan berlangsung, penerangan di lokasi disebut belum kembali normal.

Tak hanya lampu, keluarga juga mengaku mengalami gangguan jaringan internet seluler ketika aspirasi tengah disampaikan.

Kondisi tersebut kemudian memunculkan dugaan dari pihak keluarga bahwa gangguan jaringan terjadi secara tidak biasa. Meski demikian, penyebab sebenarnya belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penjelasan dari operator telekomunikasi maupun pihak terkait.

“Kita sangat menyayangkan kalau lampu tiba-tiba mati dan jaringan juga mengalami gangguan. Ini ada apa?” ujar Utreck.

Keluarga meminta persoalan tersebut turut diperiksa secara objektif. Mereka berharap dapat diketahui apakah gangguan penerangan dan jaringan merupakan persoalan teknis atau terdapat faktor lain.

Presiden Prabowo Diminta Beri Perhatian

Atas berbagai persoalan yang disampaikan, keluarga dan warga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kasus Winda Lorenza Goasa.

BACA JUGA:  Tiga Personel Polri Gugur Saat Bertugas Ungkap Kasus Narkoba di Katingan, Dianugarahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta

Mereka berharap pemerintah pusat dapat memastikan proses penanganan perkara berjalan transparan, profesional, dan berdasarkan fakta serta bukti.

Keluarga menegaskan bahwa aksi 1.000 lilin bukan hanya bentuk duka, tetapi juga simbol perjuangan untuk mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Winda.

Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab padamnya lampu di sekitar lokasi maupun gangguan jaringan seluler yang dikeluhkan peserta aksi.

Kasus Kematian Winda

Winda Lorenza Goasa dilaporkan meninggal dunia pada 2 Agustus 2026 di rumah orang tua suaminya di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.

Peristiwa tersebut disebut diduga sebagai bunuh diri menggunakan senjata api. Namun, pihak keluarga mempertanyakan sejumlah hal yang menurut mereka menjadi kejanggalan dan meminta agar penyebab kematian Winda dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang transparan dan menyeluruh.

Keluarga berharap seluruh fakta dapat dibuka secara terang sehingga tidak ada lagi pertanyaan yang menggantung di tengah masyarakat. (Tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *