“Kita sangat menyayangkan kalau lampu tiba-tiba mati dan jaringan juga mengalami gangguan. Ini ada apa?” ujar Utreck.
Keluarga meminta persoalan tersebut turut diperiksa secara objektif. Mereka berharap dapat diketahui apakah gangguan penerangan dan jaringan merupakan persoalan teknis atau terdapat faktor lain.
Presiden Prabowo Diminta Beri Perhatian
Atas berbagai persoalan yang disampaikan, keluarga dan warga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap kasus Winda Lorenza Goasa.
Mereka berharap pemerintah pusat dapat memastikan proses penanganan perkara berjalan transparan, profesional, dan berdasarkan fakta serta bukti.
Keluarga menegaskan bahwa aksi 1.000 lilin bukan hanya bentuk duka, tetapi juga simbol perjuangan untuk mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Winda.
Sementara itu, sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab padamnya lampu di sekitar lokasi maupun gangguan jaringan seluler yang dikeluhkan peserta aksi.
Kasus Kematian Winda
Winda Lorenza Goasa dilaporkan meninggal dunia pada 2 Agustus 2026 di rumah orang tua suaminya di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan.
Peristiwa tersebut disebut diduga sebagai bunuh diri menggunakan senjata api. Namun, pihak keluarga mempertanyakan sejumlah hal yang menurut mereka menjadi kejanggalan dan meminta agar penyebab kematian Winda dapat dipastikan melalui pemeriksaan yang transparan dan menyeluruh.
Keluarga berharap seluruh fakta dapat dibuka secara terang sehingga tidak ada lagi pertanyaan yang menggantung di tengah masyarakat. (Tim)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.