Suara Republik.Com
Samarinda, 04 Agustus 2026
hari Selasa tanggal 04 Agustus 2026 pukul 08.55 Wita, bertempat di Ruang Aula Rupatama Lt.2 Polresta Samarinda Jl. Slamet Riyadi No. 1 Kel. Karang Asam Ulu Kec. Sungai Kunjang, Kota Samarinda, telah dilaksanakan kegiatan Zoom Meeting bersama Polda Kaltim dalam rangka pencegahan Karhutla dan antisipasi fenomena Elnino.
Hadir dalam giat tersebut, antara lain sebagai berikut :
Polda Kaltim (Daring)
1. Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. (Gubernur Kaltim)
2. Irjen Pol Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H. (Kapolda Kaltim)
3. Brigjen TNI Andy Setyawan, S.Sos., M.IP. (Kasdam VI/Mulawarman)
4. Para PJU Polda Kaltim
5. Unsur Forkopimda Prov. Kaltim.
Unsur Polresta Samarinda (Luring)
1. Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H ( Kapolresta Samarinda)
2. AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H. (Wakapolresta Samarinda)
3. Kompol Zarma Putra, S.Sos., M.H (Kabagops Polresta Samarinda)
4. Kompol Jamhari, S.H (Kabag SDM Polresta Samarinda)
5. Kompol La Ode Prasetyo Fuad, S.I.K., M.H (Kasat Lantas Polresta Samarinda)
6. Kompol I.G.N. Adi Suarmita, S.I.K., M.I.K (Kasat Intelkam Polresta Samarinda)
7. Kompol Dr. Rachmat Aribowo, S.I.K., M.H. (Kasat Reskrim Polresta Samarinda)
8. Kompol Edi Musdwiyono, S.E. (Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim)
9. Kompol Kadiyo, S.H., M.H. (Kabag Log Polresta Samarinda)
10. AKP Ahmad Wira Taryuda, S.H., M.H (Kasi Propam Polresta Samarinda)
11. Para Kapolsek Jajaran Polresta Samarinda.
Undangan Lintas Sektoral (Luring)
1. H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M. (Wakil Walikota Samarinda)
2. Anis Siswantini, S.Kom., M.Si. (Kasatpol PP Kota Samarinda)
3. Hendra A.H. (Kepala Disdamkarmat Kota Samarinda)
4. Ahmad Suparyanto (Kabid Ops Damkar Kota Samarinda)
5. Noke Patiwaej, M.Si. (Kabid TPHP Dinas Ketahanan Pangan dan Perkebunan Kota Samarinda)
6. Adib (Kasi Pidum Kajari Kota Samarinda)
7. Letkol Yulius Menri Sarungalo (Kasdim 0901/Smd)
8. Munaji (Basarnas Samarinda)
9. Arief Rahman (Ka TPA DLH Kota Samarinda)
10. M. Taufiq Ar Razzak (Analis Kebencanaan AP BPBD Kota Samarinda)
11. Yudha S. Samhazes (Analis Kebencanaan AP BPBD Kota Samarinda)
12. Anantadiro (Kabid Pertanahan DPUPR Kota Samarinda)
Susunan Acara :
1. Pembukaan
2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
3. Sambutan – sambutan
4. Penanyangan Video Realtime Titik Hotspot melalui Aplikasi Lembuswana Polda Kaltim
5. Foto Bersama
6. Penyampaian Materi
7. Menyanyikan Lagu Bagimu Negeri
8. Penutup
Sambutan-sambutan
Sambutan Kapolda Kaltim, sebagai berikut :
Rapat Koordinasi ini merupakan wujud nyata dalam rangka menjaga bumi etam Kalimantan Timur dari bencana karhutla dan fenomena elnino.
Kehadiran bapak ibu hari ini membuktikan bahwa kita tidak berdiiri sendiri dan tanggung jawab menjaga Kaltim bukan hanya ditopang satu instansi saja.
Berdasarkan prakiraaan BMKG bahwa Kaltim akan mengalami bencana elnino, dimana hal tersebut akan berdampak pada timbulnya potensi keamanan.
Penanganan elnino tidak bisa ditopang oleh satu instansi saja, harus dilaksanakan secara bersama oleh seluruh stakeholder yang ada.
Jangan sampai fenomena elnino menimbulkan perfect storm atau situasi dimana faktor negatif berkumpul dan terjadi bersamaan sehingga menciptakan bencana yang sangat parah.
Data dari aplikasi Lembuswana Polda Kaltim, pada semester 1 tahun 2026 terdapat 974 titik hotspot di wil Kaltim, untuk hari ini terdapat sebanyak 54 titik hotspot yang tersebar di wil Kutim, Berau, Kukar dan Kubar.
Situasi ini perlu perhatian kita bersama, karhutla tidak bisa ditangani secara kaku, jangan menunggu ada api baru kita bergerak.
Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran untuk mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui deteksi dini hotspot, patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana di lapangan.
Polda Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, BMKG, Manggala Agni, perusahaan, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan penanggulangan karhutla yang cepat, terpadu, dan efektif.
Saya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan karhutla.
Akhirnya, melalui kegiatan ini saya berharap koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarinstansi semakin solid sehingga setiap potensi karhutla dapat diantisipasi sedini mungkin dan ditangani secara cepat apabila terjadi.
Sambutan Pangdam VI Mulawarman yang dibacakan oleh Kasdam VI Mulawarman, sebagai berikut :
Karhutla merupakan ancaman nyata yang berdampak pada kerusakan lingkungan, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keselamatan warga. Kondisi cuaca yang lebih kering akibat fenomena El Niño menuntut seluruh pihak meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan sejak dini.
Kodam VI/Mulawarman berkomitmen mendukung penuh upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui pengerahan personel, patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, serta bantuan dalam penanganan cepat apabila terjadi kebakaran. Seluruh jajaran TNI akan terus bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.
Saya mengajak seluruh pemerintah daerah agar terus mengoptimalkan edukasi kepada masyarakat, memperkuat kesiapan sumber daya, serta meningkatkan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan desa. Kepada para pelaku usaha, saya mengingatkan pentingnya memenuhi kewajiban pencegahan karhutla di wilayah konsesi masing-masing.
Melalui kegiatan Zoom Meeting ini, saya berharap terbangun komitmen bersama yang semakin kuat, sehingga seluruh unsur dapat bergerak secara terpadu, cepat, dan efektif dalam menghadapi potensi karhutla di Kalimantan Timur.
Sambutan Gubernur Kaltim, sebagai berikut :
Kita harus menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa mencegah jauh lebih efektif dibandingkan menangani kebakaran yang telah meluas. Karena itu, patroli terpadu, pemantauan titik panas, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pembakaran lahan harus dilaksanakan secara konsisten dan tidak menunggu sampai terjadi bencana.
Perlu memahami bahwa dampak El Nino tidak hanya meningkatkan risiko Karhutla, tetapi juga dapat mepengaruhi berbagai sektor kehidupan. Berkurangnya curah hujan berpotensi menurunkan ketersediaan air bersih, mengganggu sektor pertanian dan perkebunan, meningkatkan risiko gagal panen, bahkan berdampak pada kesehatan masyarakat akibat suhu udara yang semakin tinggi maupun potensi kabut asap. Oleh karena itu, langkah mitigasi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada upaya mengurangi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Sinergi lintas sektoral merupakan kunci keberhasilan. Penanganan Karhutla tidak mungkin dibebankan hanya kepada satu instansi. Dibutuhkan kerja sama antara TNI, Polri, BMKG, BPBD, Manggala Agni, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat. Setiap unsur memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya, dan apabila seluruh kekuatan tersebut bergerak bersama, maka kemampuan kita dalam mencegah maupun menangani Karhutla akan semakin kuat.
Pemprov Kaltim terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program rehabilitasi ekosistem, termasuk penanaman 12.000 bibit mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, serta dukungan terhadap rehabilitasi kawasan mangrove yang pada tahun ini telah mencapai lebih dari 1.100 hektare. Upaya tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya dilakukan saat terjadi bencana, tetapi juga melalui langkah-langkah pemulihan dan pelestarian yang berkesinambungan.
Kami berharap rapat koordinasi ini tidak berhenti pada penyampaian informasi atau paparan teknis semata, tetapi mampu menghasilkan langkah-langkah konkret.
Dilanjutkan dengan Penayangan Video Realtime Titik Hotspot melalui Aplikasi Lembuswana Polda Kaltim oleh Kapolda Kaltim.
Penyampaian-penyampaian :
Kapolresta Samarinda, sebagai berikut :
Kami sudah mendata bulan Juli sampai hari ini, bukan kebakaran hutan tapi kebakaran lahan, terdapat 8 kejadian kebakaran lahan yang ada di wilayah Hukum Kota Samarinda.
Dari 8 lokasi hampir semuanya terjadi di kawasan pinggiran, misal di Palaran (Kel. Bukuan dan Bantuas), Samarinda Ulu (Sidodadi dan Bukit Pinang), Sungai Pinang (Mugirejo), Samarinda Utara (Sempaja Utara)
Melihat karakteristik wilayah semua terjadi di wilayah pinggiran, yang memang masih banyak lahan kosong.
Hasil olah tkp, kebakaran lahan tersebut dipicu dari aktivitas manusia yaitu pembakaran sampah / rumput hasil pembersihan lahan tanpa pengawasan yang memadai.
Selain faktor kelalaian, ada juga di satu titik kebakaran lahan yang belum diketahui asal apinya, diduga ada faktor kesengajaan dan faktor lain yang perlu kita cari tahu bersama.
Prediksi kedepan kami melihat bahwa masih ada kemungkinan peningkatan jumlah kebakaran, sehingga perlu menyiapkan langkah-langkah antisipasi bersama dengan mengoptimalkan patroli terpadu (Polri, TNI, BPBD, Disdamkar)
Perlu meningkatkan sosialisasi maupun himbauan kepada masyarakat dan kelompok tani agar tidak membuka lahan dengan cara pembakaran lahan.
Lakukan penegakkan hukum kepada badan usaha yang dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.
Hendra AH (Kepala Disdamkar Samarinda)
Terkait karhutla, mohon ijin kami sampaikan memang ranah BPBD namun selama ini Damkar selalu kolaborasi dan sinergi dengan BPBD,
Apabila ada kebakaran lahan yang masuk ke wilayah pemukiman atau berdekatan, kami pasti akan turun membackup, begitupun sebaliknya.
Noke Patiwaej (Kabid TPHP Dinas DKPP Samarinda)
Kami sudah ada kelompok tani peduli api, ada di bantuas Kec. Palaran dan pampang, kami sudah menghimbau untuk tidak membuka lahan dengan pembakaran lahan.
H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M. (Wakil Walikota Samarinda)
Kita sebagai warga yang tinggal di Kota Samarinda, pada intinya harus tanggap, dengan kebersamaan dan koordinasi ini, kita bisa menghadapi dan mencegah bersama terjadinya karhutla.
Yang paling utama adalah himbauan kepada warga, jangan bakar-bakar (sampah dan lahan)
Pada pukul 10.23 wita, Dilanjutkan dengan Penyampaian Materi oleh Narasumber, sebagai berikut :
Dinas Perkebunan Kaltim, dengan materi Kesiapsiagaan Dinas Perkebunan :
Pembangunan perkebunan di Provinsi Kalimantan Timur dituntut untuk memenuhi prinsip-prinsip berkelanjutan dalam menjalankan peran strateegisnya dalam pembangunan ekonomi, ekologi, dan sosial.
Permintaan ini tidak hanya datang dari luar negeri tetapi karena kesadaran dan komitmen pemerintah daerah untuk melaksanakan pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan.
Karena pertimbangan bahwa sektor perkebunan diharapkan dapat menjadi sektor ekonomi pengganti yang saat ini masih mengandalkan sumber daya alam yang tidak terbarukan.
Pokebun wajib membentuk KTPA sebagai bagian darisistem, sarana, prasarana pengendalian kebakaran Lahan Perkebunan, KTPA ditetapkan oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota
BPBD Prov. Kaltim dengan materi Mitigasi dan Respon Cepat BPBD Prov. Kaltim terhadap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan :
Data Kejahatan Karhutla Jan s.d Juli tahun 2026 di Provinsi Kaltim sbb:
1. Balikpapan = 6
2. Berau = 13
3. Bontang = 5
4. Kutai Barat = 20
5. Kutai Kartanegara = 21
6. Kutai Timur = 4
7. Mahakam Ulu = 0
8. Paser = 7
9. Penajam Paser Utara = 20
10. Samarinda = 26
Kolaborasi Pentahelix Penanggulangan bencana melibatkan semua pihak (unsur pentahelix), Setiap unsur memiliki peran masing-masing penanggulangan agar pelaksanaan penanggulangan bencana dapat terlaksana dengan baik
Salah satu komponen dalam pemerintah yang memegang peran penting dalam penanggulangan bencana adalah Pemerintah Daerah
Basarnas Balikpapan, dengan materi Peran Basarnas Dalam Rangka Pencegahan dan penanganan Karhutla :
UU NO 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan UU NO 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
Kemenko Polkam No. 29 tahun 2025 tentang Pembentukan Desk Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan
Basarnas berkomitmen mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan yang cepat , tepat , aman ,dan terkoordinasi.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan , operasi penanganan Karhutla diharapkan dapat berlangsung secara efektif sehingga keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan tetap menjadi Prioritas Utama.
Pada pukul 12.20 wita, Kegiatan Zoom Meeting Rakor Pencegahan Karhutla dan Antisipasi Fenomena Elnino bersama Polda Kaltim selesai, para tamu undangan meninggalkan tempat, situasi dalam keadaan aman dan kondusif.







