Scroll ke bawah untuk melanjutkan
banner 320x300
banner 325x300
banner 325x300
BeritaDaerahPemerintah

Pemko Bukittinggi Dinilai Lamban Menyelesaikan Masalah Relokasi Pedagang

×

Pemko Bukittinggi Dinilai Lamban Menyelesaikan Masalah Relokasi Pedagang

Sebarkan artikel ini

Beritarepublikviral.com// Bukittinggi, — Angin penertiban yang sempat menyapu kawasan perdagangan di kota ini, meninggalkan sejumlah pedagang kaki lima yang terasa seperti terpisah dari tempat mereka biasa berlabuh. Puluhan warga yang berjuang mencari nafkah ini kini masih menanti-nanti kepastian, karena hingga saat ini belum juga mendapatkan tempat pengganti yang layak.

Sementara sebagian teman mereka sudah menemukan tempat baru untuk membuka lapak, mereka harus menahan diri di sisi jalan atau berusaha mencari celah yang aman. Akibatnya, kehidupan mereka terasa berat: sumber penghasilan harian yang menjadi tulang punggung keluarga mulai menipis, dan beban ekonomi pun perlahan mulai menumpuk di pundak.


Meski tidak menolak upaya penataan kawasan yang dinilai penting, para pedagang menyampaikan satu permohonan yang tulus: jangan biarkan mereka kehilangan tempat sebelum ada ganti yang pasti. Relokasi tanpa kepastian, kata mereka, bagaikan memotong akar pohon tanpa menanam kembali tunasnya — hanya akan membuat usaha mereka terguncang dan sulit tumbuh kembali.

BACA JUGA:  Polres Humbahas Gelar Upacara HUT Bhayangkara ke - 80, Tegaskan Komitmen " Polri Untuk Masyarakat "

Beberapa di antara mereka masih bertahan menunggu giliran, sementara yang lain terpaksa berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga. Di tengah harapan yang perlahan mulai pudar, mereka berdoa agar pemerintah segera menambah jumlah tempat yang tersedia, bukan sekadar melakukan penertiban saja.

Ketiadaan tempat yang jelas membuat mereka kehilangan pelanggan setia, dan pendapatan pun turun drastis. Mereka berharap kebijakan yang diterapkan bukan hanya berupa aturan, melainkan juga upaya untuk memberdayakan mereka agar tetap bisa berdiri di atas kaki sendiri dengan layak.

Seperti yang disampaikan Yos Rizal, salah satu pedagang baju dan jam gadang bersama rekan-rekannya: “Kami sudah menyampaikan permohonan kepada dinas terkait, namun jawaban yang kami terima hanya berupa kata-kata yang tidak pasti, hanya disuruh menunggu.”

BACA JUGA:  Tragedi di Intan Jaya : Penembakan Warga Sipil dan Gugatan Kemanusiaan atas Kebijakan Represif di Papua

Kisah mereka juga menyiratkan rasa kecewa yang mendalam. Di lantai 1 Pasar Atas Bukittinggi, masih terlihat banyak ruang yang kosong — tempat yang sempat dijanjikan untuk mereka sebelum proses penertiban dimulai. Namun hingga kini, pintu tempat itu tetap tertutup bagi mereka, padahal jika diisi, hal itu tidak akan mengganggu akses jalan atau mengganggu pedagang lain.

“Kami hanya pedagang kecil, apa daya kami selain berdoa dan berjuang,” ujarnya dengan nada sedih. “Di saat teman-teman kami sudah bisa berdagang dengan tenang, kami hanya bisa melihat dari jauh. Saat liburan panjang tiba, biasanya kebutuhan rumah tangga, biaya dapur, hingga sekolah anak-anak sudah terpenuhi. Namun tahun ini, ketidakpastian membuat kami khawatir.”

Bahkan saat malam telah menyelimuti kota dan semua orang sudah beristirahat, mereka masih berani keluar berdagang mulai pukul 11 malam. Mereka berjuang di bawah cahaya lampu jalan, hanya untuk bisa mendapatkan sedikit rezeki demi memenuhi kebutuhan keluarga.

BACA JUGA:  Ketua JOIN Bantaeng: Media dan Pemuda Berperan Menjaga Nilai-Nilai Pancasila

Yang terasa semakin menyakitkan adalah ada lapak yang dulunya dijanjikan akan dibagi menjadi 20 bagian kecil untuk mereka, namun kini terlihat sedang direnovasi menjadi satu bangunan besar milik pribadi — dan orang yang akan menempatinya bukanlah mereka yang terkena penggusuran.

“Kami juga manusia, sama seperti yang lain — kami punya hak untuk menghidupi keluarga dan mendidik anak-anak kami,” kata mereka dengan harapan yang masih tersisa.

Sementara itu, para anggota Dewan Komisi 2 hingga kini belum juga turun ke lapangan untuk mendengar langsung keluh kesah mereka. Hal ini menjadi perhatian, mengingat tanggung jawab untuk menyuarakan aspirasi rakyat ada di tangan mereka.(Ales.M#Team)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *