Suara Republik.Com
Sangatta, 19 Juli 2026
Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring dan pengecekan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di delapan SPBU dan Pertashop yang berada di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Minggu (19/7/2026). Hasilnya, stok BBM dipastikan masih aman dan tidak ditemukan indikasi kecurangan dalam distribusi maupun penjualan kepada masyarakat.
Kegiatan yang dipimpin jajaran Polsek Sangatta Utara tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi BBM sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal di tengah perubahan harga sejumlah jenis BBM non-subsidi.
Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, pengecekan dilakukan secara langsung di sejumlah SPBU untuk mengetahui kondisi stok, rencana pasokan dari Pertamina, hingga mekanisme pelayanan kepada konsumen.
“Dari hasil monitoring di lapangan, stok BBM jenis Pertalite, Pertamax, Solar, maupun Dexlite masih tersedia dan dalam kondisi aman. Selain itu, kami juga tidak menemukan adanya praktik kecurangan niaga BBM di seluruh lokasi yang dilakukan pengecekan,” ujarnya.
Dalam monitoring tersebut, petugas mendatangi delapan titik, yakni SPBU PT Tunas Keluarga Mandiri, SPBU PT Hasnawi Sejahtera, SPBU PT Sehati Sangatta, SPBU PT Sunandar Jaya Mandiri, APMS/SPBU Sehati Sangatta, Pertashop PT Hasnawi Sejahtera, Pertashop CV Berkah Alam Borneo, serta SPBU PT Sehati Kutim di Sangatta Selatan.
Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh SPBU masih memiliki stok operasional meski sebagian di antaranya masih menunggu persetujuan pengiriman dari pihak Pertamina untuk distribusi berikutnya.
Petugas juga mencatat adanya potensi peningkatan antrean kendaraan pada jalur pengisian Pertalite. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi karena sebagian masyarakat mulai beralih menggunakan BBM bersubsidi setelah kenaikan harga Pertamax.
Dalam pengecekan itu, polisi juga mengingatkan pengelola SPBU agar tetap mematuhi ketentuan penjualan BBM dan tidak melayani praktik pengisian berulang atau pengetap yang dapat mengganggu distribusi kepada masyarakat.
Selain memantau stok, petugas turut mengevaluasi penerapan harga BBM di seluruh SPBU agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari hasil monitoring diketahui harga Pertamax telah menyesuaikan menjadi Rp16.650 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.600 per liter. Sementara Pertamax Turbo menjadi Rp21.200 per liter.
Di sisi lain, harga Dexlite dan Pertamina Dex mengalami penurunan. Dexlite kini dijual sebesar Rp21.650 per liter dari sebelumnya Rp23.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun menjadi Rp21.650 per liter dari harga sebelumnya Rp28.500 per liter.
Kapolres Kutai Timur AKBP Aryansyah mengapresiasi langkah monitoring yang dilakukan jajarannya sebagai upaya menjaga stabilitas distribusi energi di wilayah hukum Polres Kutai Timur.
“Kami memastikan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan dengan baik. Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya penyimpangan maupun penimbunan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal di SPBU,” tegasnya.
Polres Kutai Timur menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM, terutama pada SPBU yang melayani kebutuhan masyarakat dalam jumlah besar, guna menjaga ketersediaan stok dan mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas akibat antrean maupun kelangkaan bahan bakar.







