MAJALENGKA,Suararepublik.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Jawara Sunda (PJS) Kabupaten Majalengka resmi dikukuhkan dan dilantik pada Minggu, 7 Juni 2026. Acara berlangsung khidmat di Padepokan Nonoman Sindang Kasih, kediaman Ketua terpilih, H. Didi Rusmidi, S.Pd.I., M.Si.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat PJS, Abah Dadan Darmawan. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas kesiapan seluruh pengurus baru dan menekankan agar amanah yang diemban dijalankan secara bertanggung jawab serta berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi.
Pembina DPP PJS, Dr. H. Asep Mulyanuddin, M.A., turut memberikan pembekalan. Ia mengingatkan pentingnya komitmen, dedikasi, integritas, dan rasa tanggung jawab agar visi dan misi organisasi dapat terwujud dengan baik.
Ketua DPD PJS Majalengka, H. Didi Rusmidi, mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk mempererat kebersamaan, semangat gotong royong, dan sinergi agar organisasi ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Majalengka sekaligus Pembina PJS Kabupaten Majalengka, H. Dena Muhammad Ramdhan. Beliau menekankan pentingnya melestarikan budaya Sunda melalui nilai silih asah, silih asih, silih asuh, serta senantiasa menjunjung tinggi adab dan etika dalam bermasyarakat.
Turut hadir unsur pemerintah daerah, yaitu Camat Majalengka dan Lurah Munjul, yang menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan PJS sebagai mitra dalam menjaga persatuan, budaya, dan mendorong pembangunan. Dukungan juga disampaikan oleh Pembina PJS, Drs. H. Rian Patriana, yang berharap organisasi ini mendapat dukungan seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kafe Organik Terra and Table dan mitra lainnya yang mendukung kelancaran acara.
Kepengurusan baru ini terdiri dari perwakilan berbagai komunitas dan organisasi di Majalengka, antara lain Jangkar Ecovillage, Yayasan Taman Tali Asih, Asyifa Nahl, PPUN, Indonesia Gerak Sireum, APALI, serta sejumlah padepokan silat dan paguyuban budaya. Acara juga dihadiri utusan DPD PJS dari Bandung, Sumedang, dan Indramayu.
Sebagai wujud pelestarian budaya, rangkaian acara dimeriahkan pertunjukan seni tradisional seperti pencak silat, sampyong, debus, dan sulap yang disambut antusias oleh hadirin.
Dengan terbentuknya kepengurusan ini, diharapkan PJS Majalengka menjadi wadah pemersatu masyarakat dalam menjaga warisan budaya, mempererat silaturahmi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Mengusung moto “Bela Ulama, Bela Agama, Bela Lemah Cai”, organisasi ini berkomitmen memperkuat nilai agama, budaya, dan semangat cinta tanah air. Kehadirannya diharapkan dapat mendukung terwujudnya visi Majalengka Langkung Sae dan membawa manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.***
